Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Youtube)
Ternyata begini cerita sebenarnya.....
Dream - Seorang pria yang dipukuli dan diseret di sebuah aspal di Delhi, India, tiga minggu lalu telah menerima permintaan maaf dari IndiGo Airways.
Penumpang yang bersangkutan, Rajiv Katiyal, terlihat dalam video viral yang diambil pada tanggal 15 Oktober, dipukuli dan diseret di landasan di Bandara Internasional Indira Fandhi oleh staf lapangan.
Menurut Conde Nast Traveler India, yang mendapatkan salinan surat dari tanggal 8 November yang merinci insiden tersebut, Katiyal bertengkar dengan staf tersebut setelah memberitahu untuk tidak lagi membersihkan truk di sebelah pesawat terbang. Karena kebisingan di aspal, nampaknya Katiyal salah paham dengan stafnya, mengira mereka bersikap kasar dan menggunakan beberapa kata umpatan sebagai tanggapan.
Ketika staf lapangan menolak membiarkan Katiyal naik bus antar-jemput ke terminal, sebuah pertengkaran fisik pun terjadi.
Perkelahian tersebut direkam oleh karyawan staf kargo Montu Kalra, menurut Traveler. IndiGo Airways pun mengatakan kepada majalah bahwa Kalra adalah penghasut perkelahian, memberitahu staf juniornya untuk mencegah Katiyal naik bus.
"Montu Kalra adalah pegawai kargo. Dia tidak punya alasan untuk mendekati area penumpang. Dia tidak punya alasan untuk mencegah pelanggan naik bus. DIa tidak punya alasan untuk menginstruksikan rekan-rekan lainnya," kata Aditya Ghosh, President & Wholetime Director IndiGo.
Ghosh pun meminta maaf dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Times of India: "Saya menyadari pengalaman tidak menyenangkan yang dialami penumpang kami, melibatkan staf kami di bandara Delhi. Permintaan maaf pribadi saya karena ini tidak mencerminkan budaya kita. Saya secara pribadi telah berbicara dengan penumpang dan meminta maaf. Di IndiGo, martabat penumpang dan staf kami sangat penting. Setiap tindakan yang mengkompromikan martabat baik merupakan masalah serius bagi kami. Dengan adanya pelanggaran kode etik, insiden ini diselidiki dan tindakan tegas dilakukan terhadap staf. Sekali lagi permintaan maaf pribadi dan tulus saya kepada penumpang yang terkena dampak."
(Sumber: travelandleisure.com)