Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Febrian/http://www.ceritafebrian.com/)
Dream - Keseruan mendaki gunung dengan medan menantang adrenalin tengah menjadi tren di kalangan anak-anak muda. Bahkan komunitas pecinta alam tumbuh kian subur dalam mempromosikan keindahan alam dari seluruh penjuru nusantara.
Begitu pula diungkapkan Febrian, salah seorang travel blogger yang tengah bersinar karirnya. Kebiasaan dari kecil yang sering diajak jalan-jalan saat liburan, membuat Febrian rajin menyambangi Gunung Ciremai dan Pantai Pangandaran.
Kebiasaan tersebut berlanjut hingga dewasa. Bahkan kini hobinya tersebut telah menghasilkan pemasukan yang menggiurkan untuk terus diseriusi.
Menurut Febrian, medan terjal saat mendaki gunung membuatnya menjadi lebih tertantang. Bahkan ia merasa lebih mengenal diri sendiri saat menyelesaikan tantangan hingga ke puncak gunung.
" Orang kalau naik gunung akan ketahuan aslinya. Capek mati naik gunung, harus sharing sama orang lain. Banyak masalah yang tak terduga seperti misalnya hujan," ungkap Febrian saat ditemui di Concalve belum lama ini.
Dari sekian banyak pengalaman, mendaki puncak Semeru merupakan pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan. Mendaki saat malam hari di antara rasa kantuk membuat seorang pendaki harus tegas menentukan pilihan. Apakah akan terus melanjutkan hingga Mahameru atau berhenti dan putar balik di tengah-tengah perjalanan.
" Berkecamuk di diri sendiri nentuin mau lanjut atau turun karena sama-sama jauh. Harus tahu konsekuensi dan butuh keteguhan untuk sampai di atas," imbuhnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya