Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indonesia Bersiap Jadi Kiblat Wisata Medis Dunia

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 10 November 2016 12:13
Indonesia Bersiap Jadi Kiblat Wisata Medis Dunia
Pusat anti-aging pertama di Indonesia diresmikan sebagai The Empire Medical Tourism.

Dream - Penanganan kesehatan menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu negara. Sehingga penting untuk terus mengembangkan ilmu-ilmu kesehatan yang dibarengi dengan fasilitas memadai.

Mewujudkan hal itu, pelopor ilmu kedokteran anti-aging Indonesia yang sekaligus Presiden Badan Anti Aging Dunia, Deby Vinski merasa terpanggil untuk menyumbangkan baktinya. Sebagai langkah konkret, Deby meresmikan program The Empire Medical Tourism.

" Kalau tidak segera kita canangkan kita akan terus kehilangan 110 triliun devisa negara karena orang-orang Indonesia masih akan terus ke luar negeri untuk perawatan kesehatan," ungkap Deby di gedung Vinski Tower, Jakarta Selatan pada Rabu, 9 November 2016.

Tak sekadar menyangkut devisa dan ketersediaan tenaga kerja baru, namun Deby juga melihat potensi yang jauh lebih besar. Terutama sebagai senjata Indonesia dalam mempromosikan diri di mata internasional sebagai kiblat perkembangan dan pelayanan kesehatan. Khususnya, di bidang ilmu kedokteran anti-aging.

Meskipun saat ini, ketersediaan para dokter ahli anti-aging masih kalah dibandingkan 76 negara anggota lainnya, namun Deby tetap optimis. Pasalnya, kondisi tersebut dapat menjadi pemantik agar para dokter ahli dari mancanegara datang ke Indonesia.

" Vinski Tower adalah klinik terbesar di dunia yang sudah menerima akreditasi anti-aging dunia. Ini kesempatan Indonesia untuk menduduki peringkat terpenting di bidang kesehatan yang lagi jadi primadona dan kita akan jadi pusat perhatian dunia," imbuhnya.

Ke depan, ia berharap para masyarakat dunia tak hanya datang ke Indonesia untuk berobat saja tapi berkembang menjadi pusat penelitian, dan tujuan wisata kesehatan.

" Dalam hal ini saya ingin berterimakasih pada Presiden yang telah menyetujui bebas visa kunjungan kepada lebih dari 100 negara jadi mereka bisa dipermudah datang ke sini," pungkas Deby.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More