6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: Wisatatoraja.com)
Dream - Sebagai perusahaan penyedia sistem perjalanan terbesar di Indonesia, Sabre Indonesia menilai tren perjalanan masyarakat domestik sangat unik dan tidak merata. Meskipun tingkat perekonomian sedang menunjukan krisis, namun traffic perjalanan ke luar negeri selalu meningkat setiap tahunnya.
Direktur PT Sabre Travel Network Indonesia, Deny Fajar Arianto mengungkapkan, perjalanan biasanya terbagi menjadi dua kepentingan, yaitu liburan dan pekerjaan. Menurutnya, negara-negara seperti Timur Tengah, Korea, Singapura dan Taipei masih mendominasi tujuan para TKI.
" Tapi kalau untuk berlibur masih lebih banyak ke negara-negara Asia. Pertama itu Singapura, China dan Korea," ungkap Denny yang dijumpai seusai mengisi acara di bilangan Jakarta Pusat, 23 Agustus 2016.
Berbeda dengan Jepang, pemerintah Korea Selatan dianggap lebih maju dan siap dalam menyambut wisatawan. Sehingga para pelancong dari Indonesia mulai beralih ke sana. Lalu, negara selanjutnya yang menjadi tujuan favorit para wisatawan yaitu Australia dan Eropa.
" Jepang tidak menjadi tujuan favorit karena mungkin mahal, kasus radiasi yang kemarin dan tsunami dulu. Jadi ancaman bahaya dan keselamatan masih menjadi bayangan mereka," imbuhnya.
Sedangkan untuk waktu-waktu yang paling banyak digemari masyarakat Indonesia untuk berlibur ke luar negeri terbagi menjadi dua season. Biasanya, mulai ramai sejak Mei hingga Juli dan kemudian marak lagi pada liburan akhir tahun.
Hal ini berbeda dengan tren wisatawan mancanegara yang datang dari Indonesia. Mereka cenderung lebih suka datang ke Indonesia karena udara yang hangat untuk menghindari musim dingin.
" Kalau sedang winter banyak yang ke Indonesia dari bulan Agustus sampai Oktober," terangnya.
Wilayah timur yang banyak menawarkan pesona bahari menjadi tujuan favorit para wisman untuk berjemur. Semisal mengunjungi Pulau Komodo hingga Alor, namun banyak pula yang datang mengintip eksotisme Manado hingga wisata budaya ke Toraja.
" Tapi kita lihat Jokowi kemarin 3 hari ke Danau Toba mau balancing bahwa keindahan Indonesia itu juga banyak yang di barat," tandas Deny.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
