Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Rezeki akan datang kepada siapapun yang bersabar. Pepatah tersebut tampaknya benar berlaku. Bahkan, terkadang Anda harus menunggu selama satu dekade, seperti halnya pria ini.
Menurut laporan 20 Minutes yang dilansir oleh The Local, seorang pria bernama Pjeter Marku tidak sengaja menghilangkan dompetnya ketika bekerja di sebuah gedung di daerah Harkingen, Swiss pada tahun 2007.
Dompet tersebut tidak hanya menyimpan kartu identitas, dokumen, kartu kredit dan beberapa uang tunai, namun juga terdapat selembar 20 franc jadul berwarna biru yang kini sudah tidak diproduksi lagi sehingga terbilang langka. Pjeter mengaku telah menyimpan uang tersebut sejak ia pindah ke Swiss dari Kosovo pada tahun 1989.
Pjeter beserta rekan kerjanya bersusah payah mencari dompet tersebut. Tidak bisa ditemukan di manapun, ia mengira bahwa dompetnya sudah hilang untuk selamanya.
Seakan masih berjodoh dengan pemiliknya, dompet tersebut tiba-tiba ditemukan di tempat yang sama saat Pjeter menghilangkannya. Beberapa hari yang lalu, dompet yang hilang selama 10 tahun itu telah kembali secara ajaib.
Orang yang menemukan dompet itu adalah karyawan dari kantor pos. Ketika diberikan kepada Pjeter, ia mengira dompet tersebut sudah kosong. Namun rupanya, ia masih menemukan uang tunai 500 franc beserta selembar franc berwarna biru miliknya.
Atas kejadian itu, Pjeter merasakan bahwa masyarakat Swiss merupakan orang-orang yang jujur.
(Sumber: travelandleisure.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?