Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Susana Di Salah Satu Gang Di Prawirotaman (Foto:catatanperjalananmama.blogspot.com)
Dream - Kota Yogyakarta memang sudah tak asing lagi sebagai salah satu tujuan liburan wisatawan mancanegara. Selain kawasan Parangtritis dan Malioboro, belum banyak yang tahu kalau kota para Sultan ini juga memiliki 'Kampung Bule'.
Berbeda dengan kawasan wisata lainnya, Prawirotaman cenderung lebih tenang dan sepi. Padahal, kawasan ini merupakan salah satu tempat menginap yang strategis karena dekat dengan berbagai destinasi wisata.
Tempat yang terkenal dengan batik, barang antik, kafe, pasar tradisional hingga toko buku ini terletak lima kilometer dari pusat Yogyakarta.
Prawirotaman merupakan sebuah kawasan yang kental akan nuansa tempo dulu. Menurut sejarah, wilayah ini terbangun sejak abad ke-9 sebagai tempat berkumpulnya para pejuang kemerdekaan.
Setelah ditelisik lebih lanjut, Prawirotaman nampak makin misterius dan mengundang rasa penasaran. Bahkan para turis juga ikut tertarik untuk mendengarkan cerita dari juru kuncen Prawirotaman mengenai asal mula terbentuknya kampung tersebut.
Nah, ikutan kepoin sejarah Prawirotaman di sini yuk!
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha