6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Pariwisata Indonesia seperti tidak pernah kehabisan bahan bakar. Kali ini, ada kawasan industri yang ikutan on memanaskan pariwisata Indonesia. Pertengahan bulan ini, ada Jababeka Convention Center, Cikarang, yang di-set jadi destinasi wisata via Bekasi Industrial Tourism (BIT). Dan acaranya, siap dinikmati mulai 17 Januari 2018.
Suguhan acaranya dijamin keren. Semua di-set sangat maksimal. Cantolannya Samsung Industrial Tour di Korea. Diprakarsai oleh PT Jababeka Tbk, BIT akan berfungsi sebagai meeting-point ABG-C yaitu tempat berkumpulnya para akademisi, pelaku bisnis atau industri serta komunitas.
" Kawasan ini memiliki potensi kekayaan yang cukup besar untuk dimanfaatkan. Bukan sekadar kawasan industri tetapi juga sebagai kawasan wisata dan edukasi," kata Kepala Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono, dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 8 Januari 2018.
Jaminan patennya acara pun terlihat dari jumlah peserta pada perhelatan BIT. Tak kurang 48 hotel, 215 restoran, 15 executive spa, 21 business club, 3 lapangan golf, 1 stadium olahraga, 1 waterpark, 7 entertainment center, Jakarta Heli Club (JHC) dan Kereta Api Wisata ikut memeriahkan acara tersebut.
Bukan hanya itu saja. Pameran Seni Lukis kelas dunia bertajuk " Indonesia Art Exhibition Standing with the Masters" pun dihadirkan. Pameran tersebut akan diikuti galeri-galeri papan atas Indonesia. Mereka akan menampilkan karya lima maestro seni rupa Indonesia versi OHD yaitu Affandi, Kartika Afandi, Hendra Gunawan Soedibio serta H. Widayat.
" Kita garap maksimal. Kita gandeng semua untuk meramaikan BIT. Acuannya Educational Tour, Educational Entertainment, Educational Training Development, Cultural Culinary Center dan Audio Tour," ujar Darmono.
Bagi dunia pariwisata khususnya pariwisata domestik, BIT diharapkan dapat menciptakan kenaikan jumlah kunjungan dan " traffic load" kegiatan ke destinasi industri. Selain itu mendorong tingkat ekonomi pariwisata di destinasi industri tersebut.
" Rekreasi industri bersifat experience learning atau outing class. Ini dapat mengembalikan esensi dari study tour yang seharusnya mengedepankan nilai edukasi yang penuh fun & joy. BIT ini adalah jawabannya," pungkas Darmono.
Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikutan happy dengan event kreatif tersebut. Menurutnya, industrial tourism merupakan potensi yang layak dikembangkan.
" Industrial tourism di Indonesia potensinya sangat besar. Jika digarap serius pasti akan semakin berkembang. Jepang misalnya sudah lama mengembangkan industrial tourism. Dan merupakan salah satu jualan utama pariwisata mereka. Yang penting konsisten serta serius menggarapnya. Saya yakin akan semakin berkembang dengan baik," kata Menpar Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
