Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kemenpar Undang 32 TA-TO Famtrip Ke Destinasi Joglosemar (Foto: Instagram/Kementerian Pariwisata)
Dream - Jurus Familiarization Trip atau lebih beken dengan sebutan Fam Trip terus " dimainkan" Kemenpar dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Sebanyak 32 orang yang terdiri dari Travel Agent/Travel Operator anggota MATTA serta perwakilan pengurus MATTA, jurnalis Gaya Travel Magazine, Dino Brand works serta blogger asal Malaysia dan VITO Malaysia diajak keliling Jawa Tengah dan Yogyakarta (Joglosemar) 23-27 November 2016.
" Ini adalah promosi pariwisata yang paling efektif. Coba bayangkan saat semuanya dikenalkan langsung ke destinasi wisata yang eksotis tadi. Apa yang mereka lihat, mereka sentuh, mereka rasa, bisa langsung diceritakan dan ditawarkan kepada klien-klien mereka. Jurnalis dan blogger juga bisa memposting berita, foto dan video sensasi keajaiban alam dan budaya kepada pembaca loyalnya. Efeknya akan sangat dahsyat sekali," ucap I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, dikutip dari keterangan pers tertulis.
Menurut dia, predikat ASEAN Favourite Destination kerap melekat di booth Wonderful Indonesia saat mengikuti ajang MATTA Fair. Destinasi wisata Indonesia dianggap paling eksotis, paling menarik, paling beragam. Dari mulai pulau eksotis, garis pantai yang panjang dan berbatu, pantai tropis yang hangat, pantai berombak, diving site yang memperlihatkan 2/3 coral dunia, sawah yang subur dan lereng berbukit gunung berapi, warna-warni budaya, semuanya ada di Indonesia.
Di Fam Trip itu seluruh peserta ikut diajak melakukan site visit, business gathering dan hotel inspection. Dari mulai kunjungan ke Kelenteng Sam Poo Kong di Simongan, Lawang Sewu di Tugu Muda, Kota Tua Semarang, wisata belanja dan oleh-oleh di Jalan Pandanaran, Taman Djamoe Indonesia, Ambarawa Train Museum, menjelajah di destinasi prioritas Borobudur, Candi Hindu Prambanan, rafting hingga kuliner di Kampung Laut tepi pantai Semarang, semua bakal dilakoni.
" Dampak promosi untuk perbatasan seperti Malaysia bisa terlihat dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi MATTA adalah organisasi travel agent terbesar di Malaysia. Ini dapat menjadi agen yang memasarkan destinasi pariwisata melalui penjualan paket wisata outbound ke Indonesia. Dampaknya sangat bagus untuk kita," timpal Rizki Handayani, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar.
Selama ini, MATTA memang cukup banyak mendatangkan wisman Malaysia ke Indonesia. Pada saat mengikuti MATTA Fair 11-13 Maret 2016, Wonderful Indonesia pernah mencatatkan total transaksi senilai Rp 42 Miliar.
" Kebetulan Fam Trip itu masuk ke dalam kategori selling. Jawa Tengah dan Yogyakarta kami tawarkan karena ada ketersediaan penerbangan langsung ke destinasi wisata. Karakter wisman Malaysia juga cocok dengan destinasi di Jateng dan Yogyakarta sehingga akan ketemu manfaatnya," ujar wanita jebolan ITB Bandung itu.
Sementara menurut Menpar Arief Yahya, fam trip adalah satu cara memperkenalkan destinasi wisata yang sangat efektif. Peserta bisa merasakan atmosfer atau suasana batin di destinasi tersebut, lalu menceritakan kepada komunitas atau customers-nya. Mereka bahkan bisa langsung menjual paket-paket khusus yang sudah pernah dia jalani selama fam trip itu. Mereka juga bisa bercerita kepada khalayak akan keistimewaan orang Indonesia dengan aneka perbedaannya.
" Jadi apa saja yang menjadi keunggulan destinasi kita bisa terekplorasi dengan akurat, lalu promosi apa yang cocok atas destinasi itu dengan lengkap. Ini model promosi yang cukup efektif, apalagi mereka adalah pelaku bisnis pariwisata. Output-nya bisa langsung ke paket-paket wisata ke Joglosemar, dan mereka menjadi endorser-nya," kata Menpar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya