Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Maluku (Foto: Burukab.go.id)
Dream - Derap pariwisata di Provinsi Maluku mulai berbenah. Langkah positif ini diapresiasi sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata yang akan membantu mempromosikan destinasi dan budayanya.
Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara menyayangkan minimnya promosi pariwisata di Ambon, terutama Pulau Buru yang memiliki potensi besar menarik kunjungan wisatawan.
" Kalau tidak kenal maka tak sayang, minimal branding agar orang tahu apa yang dikeluarkan dan djual Pulau Buru jadi mereka melihat," saran Ukus saat membuka Festival Pesona Bupolo 2016 di Kementerian Pariwisata, Rabu, 28 September 2016.
Menurut Ukus, dalam pengembangan pariwisata sebuah daerah harus fokus terhadap tiga hal. Dimana atraksi merupakan hal yang paling penting untuk ditonjolkan. Kemudian harus didukung pula oleh kesiapan sarana dan prasarana yang memadai.
" Jangan lupa dikembangkan homestay yang mendorong perekonomian masyarakat. Kesejahteraan. Dimitrakan dengan hotel yang sudah ada," imbuhnya.
Selain itu, Ukus juga menyoroti pentingnya kebersihan toilet. Sehingga wisatawan akan terkesan dengan daerah yang dikunjunginya. Bahkan menurutnya, di tempat wisata tertentu harus ada VVIP toilet yang dijaga kebersihannya.
" Serta menjadi tuan rumah yang baik. Masyarakat diajak bicara, tunjukan karakter yang toleran dan siap menerima tamu. Nuansa dibangun dengan tata krama bahasa yang indah dan ramah," ujarnya melengkapi.
Wakil Bupati Buru, Juhana Soedrajat menyampaikan, sejauh ini Buru sudah memiliki 20-30 hotel dan baru tersedia satu homestay. Sedangkan untuk masalah transportasi, lebih banyak wisatawan yang datang menempuh perjalanan dengan menumpang kapal Pelni.
" Pesawat sudah ada Airfast dua kali seminggu yaitu Senin sama Rabu dengan jadwal keberangkatan jam 2 siang dan kapasitasnya 17 orang. Tapi kalau kapal feri 8 jam dan kapal cepat 5 jam," tutup Juhana.
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol