Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Kompleks Kreenholm Manufacturing Company (Foto: Reveriechaser.com)
Dream - Terletak di tengah perbatasan antara Rusia dan Estonia, Kompleks Kreenholm Manufacturing Company adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena tempat ini adalah tempat pembuatan Kreenholm yang luar biasa.
Pada tahun 1856 Ludwig Knoop membeli Pulau Kreenholm (bahasa Swedia untuk Pulau Gagak) dan mulai membangun parik tekstil. Pabrik ini kemudian menjadi yang paling modern di Kekaisaran Rusia dan yang terbesar di Eropa. Merek produknya pun identik dengan kualitas yang bagus di wilayah ini.

Pada puncaknya, 11.000 orang bekerja di sini. Namun pada tahun 2010 pabrik tersebut bangkrut dan sekarang hanya beberapa bangunan yang masih digunakan oleh perusahaan swasta.
Saat ini kompleks tersebut menjadi situs yang sangat bersih dan sunyi, karena wilayahnya ditutup untuk umum. Pengunjung yang datang pun harus masuk dengan panduan. Setiap hari Minggu pukul 12.00 waktu setempat, di gerbang tua kompleks tersebut biasanya akan ada pemandu yang menunggu kedatangan para wisatawan. Tiket dijual di tempat dan harganya 13 Euro per orang. Para pemandu akan memberikan tur lengkap di perbatasan Rusia dan Estonia itu lengkap dengan panduan bahasa Inggris.

Bangunan peninggalan Soviet di kompleks tersebut telah dirobohkan, dan hanya tersisa bangunan bersejarah yang harus dilindungi yang tetap ada sampai sekarang. Bangunannya megah, bukan hanya ruang besar untuk peralatan, tapi ada detail yang indah dan pengunjung bisa merasakan kerja keras arsiteknya. Kabarnya, nanti bakal ada proyek untuk merenovasi kawasan itu agar menjadi kawasan perkantoran, pertokoan dan gedung konser.

(Sumber: boredpanda.com)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha