Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Para Perenang Berhasil Menyeberangi Laut Mati. (Foto: Fox News)
Dream - Di daerah pantai Yordania, 26 perenang menyeberangi Laut Mati selama 7 jam dan berhasil sampai di daerah pantai Israel dalam keadaan selamat. Kedua puluh enam perenang itu pun menjadi kelompok pertama yang berhasil melakukan kegiatan ekstrem menyeberangi laut dengan kapasitas 10,5 mil air asin yang dipenuhi dengan mineral yang dapat merusak tubuh manusia.
Bukan hanya dari segi kesehatan, Laut Mati juga disebut laut paling berbahaya karena terletak di daerah perbatasan sensitif antara Israel dan Yordania.
"Kami melakukan sesuatu yang tidak bisa dipercaya oleh orang lain," kata Kim Chambers, perenang yang ikut melakukan kegiatan ini.
Chambers berhasil melakukan kegiatan tersebut sampai-sampai kondisi kulit dan matanya iritasi karena terlalu banyak terkena mineral air.
"Tapi Laut Mati juga harus diperhatikan, makanya kita harus melakukan hal gila ini," tutur Chambers kembali.

Kegiatan berenang melewati Laut Mati ini pun didukung langsung oleh pemerintah daerah (Dewan Daerah) dan EcoPeace Timur Tengah, organisasi non-pemerintah Israel-Palestina-Yordania yang bergerak dalam masalah lingkungan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan Laut Mati yang semakin lama semakin berkurang luas lautannya. Selama 30 tahun terakhir, Laut Mati sudah kehilangan 1/3 luas permukaan air laut dan menciptakan berbagai lubang di daerah pantai.
Perenang asal Israel, Palestina, Spanyol, Inggris dan daerah lainnya itu mengenakan masker khusus untuk mencegah air masuk ke dalam mata dan mulut untuk mencegah hal-hal yang tidak diingikan.
Para perenang itu berhenti setiap 20 menit sekali untuk beristirahat sambil menikmati sandwich madu, pisang dan minuman yang dibawa oleh 20 dokter dan tim relawan yang mengikuti mereka dari belakang menggunakan 4 kapal.
"Ini merupakan mimpi saya, walaupun sangat lelah, saya akan melakukan hal seperti ini lagi," kata Yusef Matari, salah satu perenang.
(Sumber: travelandleisure.com/Awalendi EP)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS