Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Qal'at Al-Bahrain (Foto: Lulwa Shalhoub/Arabnews.com)
Dream - Di negara Bahrain, terdapat benteng kokoh bersejarah Qal'at al-Bahrain yang bila diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti 'Benteng Bahrain'. Meski Bahrain dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit yang modern, benteng bersejarah ini tetap menjadi pilihan terbaik bagi turis asing untuk berkunjung.
Pada awalnya benteng yang dibangun 4500 tahun lalu ini bernama Benteng Portugal, karena pada masa itu benteng tersebut digunakan oleh pasukan portugal sebagai pertahanan militer. Hingga kini, Benteng Bahrain menjadi saksi bisu dari berbagai macam sejarah yang terjadi di Kota Bahrain.
Benteng Bahrain merupakan aset bersejarah yang tercatat sebagai warisan dunia UNESCO pada tahun 2008. Benteng ini juga pernah dijadikan tempat perdagangan maritim antara China dan Mediterania di abad ke-16 karena lokasinya yang berdekatan dengan pantai utara Kota Bahrain. Sehingga menjadi lokasi yang strategis untuk melakukan kegiatan perdagangan.
Pada tahun 1954, sejumlah orang melakukan penggalian di daerah Benteng Bahrain dan menemukan benda-benda bersejarah yang berasal dari masa 2300 tahun Sebelum Masehi sampai abad ke-18.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Benteng Bahrain adalah sore hari, ketika sinar matahari nampak teduh dan memberikan cahaya yang lembut ke arah benteng. Sehingga terciptalah pemandangan yang indah perpaduan dari cahaya dan bayangan benteng.
Di ujung jalan Benteng Bahrain dibangun sebuah museum koleksi tembikar yang mewakili lima periode sejarah. Koleksi tembikar di museum tersebut diurutkan secara kronologis membentuk satu cerita utuh.
(Sumber: arabnews.com/Awalendi EP)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam