JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Adeeb Joudeh Menjaga Pintu Masuk Gereja Makam Yesus (Foto: Cnn.com)
Dream - Jauh di Kota Yerusalem yang diperebutkan oleh Israel dan Palestina, terdapat sebuah situs religi yang sangat penting bagi umat Nasrani. Adalah Gereja Makam Yesus atau yang dikenal juga sebagai Situs Golgota.
Tempat ini diyakini oleh umat Nasrani sebagai lokasi penyaliban Yesus Kristus. Letaknya tak terlalu jauh dari Tembok Ratapan (situs suci umat Yahudi) dan Masjid Al Aqsa (situs suci umat Islam).
Simak pula ayat-ayat alkitab.
Ribuan umat Kristen dari seluruh dunia datang ke Situs Golgota sepanjang tahun untuk berziarah dan berdoa. Terutama saat libur Paskah.
Selain memiliki nilai sejarah dan religius yang begitu penting bagi umat Nasrani, situs ini ternyata juga menyimpan kisah kerukunan lintas agama yang jarang diketahui orang. Siapa sangka jika situs ini dijaga oleh dua keluarga muslim selama ratusan tahun.
Dikisahkan, dulu situs ini diperebutkan oleh banyak pihak hingga akhirnya memicu konflik antaragama yang berkepanjangan sejak abad ke-12. Karena itu, disepakatilah jika situs tersebut akan dijaga oleh dua keluarga muslim.
Kunci makam tersebut pun dipegang secara turun-temurun selama ratusan tahun oleh dua keluarga muslim itu. Yakni keluarga Joudeh dan Nuseibeh.
Keluarga Joudeh dipercaya sebagai pemegang kunci. Sedangkan keluarga Nuseibeh menjadi pembuka dan penutup pintu gereja saat pagi dan malam hari. Selama ratusan tahun hingga kini, kedua keluarga muslim itu menjaga Gereja Makam Yesus untuk umat Nasrani.
Kini kunci gereja dipegang oleh Adeeb Joudeh, yang telah mewarisi kunci tersebut dari leluhur hingga kakek dan ayahnya. Adeeb bahkan masih menyimpan kontrak perjanjian sebagai penjaga kunci yang ditulis pada tahun 1517 di atas perkamen dan ditandatangani dengan tinta emas.
" Ini adalah warisan keluarga, ini adalah semua yang kita punya sebagai keluarga, dan ini adalah kehormatan yang diberikan tidak pada keluarga kami, ini adalah kehormatan bagi seluruh umat Muslim di dunia," ujar Adeeb dikutip dari CNN.
Adeeb pun mewakili kunci itu dari ayahnya. Ia pun memegang teguh ucapan ayahnya, bahwa kunci itu begitu spesial dan menjadi cara untuk menghargai agama lain.
" Apa yang akan kami wariskan ke generasi berikutnya bukan hanya kunci, tapi juga cara untukmu menghargai agama lain," kata Adeeb.
Secara pribadi, Adeeb meyakini kalau keberadaan Gereja Makam Yesus menjadi lambang keharmonisan antara umat Islam dan Nasrani.
Persis sama dengan apa yang dilakukan oleh Umar Bin Khattab yang mengambil kunci makam dari keturunan Sophronius dan membuat perjanjian untuk menjamin keamanan bagi umat Nasrani di daerah itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
