Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Utqiagvik, Kota Kecil Di Utara AS Yang Menjalani Siang Tanpa Sinar Matahari (University Of Alaska)
Dream - Ingin merasakan pengalaman tinggal di daerah tanpa matahari seharian. Kamu bisa datang ke Utqiagvik di Alaska.
Kota kecil yang terletak di ujung utara Amerika Serikat ini menjalani waktu siang hari tanpa sinar matahari. Minggu kemarin menjadi hari terakhir bagi kota yang juga dikenal dengan nama Barrow ini untuk menikmati matahari terbit dan tenggelam.
Fenomena ini diprediksi berlangsung selama 65 hari, yang dikenal dengan istilah malam kutub. Diperkirakan, usai tanggal 23 Januari 2019 barulah matahari muncul di kota berpenghuni 4.000 orang ini.

Pakar metereologi, Judson Jones, menjelaskan malam kutub merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut daerah-daerah tidak menerima sinar matahari lebih dari 24 jam. Menurut dia, fenomena ini terjadi setahun sekali.
" Jika Anda tinggal di lingkaran kutub utara, akan ada hari ketika matahari terbenam di akhir musim dingin," ujar Jones, dikutip dari CNN.

Jones menjelaskan fenomena ini tidak berlangsung lama. Nantinya matahari kembali muncul pada musim panas.
Sepertiga kawasan utara Alaska terletak di atas Lingkaran Arktik. Ini merupakan lingkaran garis lintang yang mengelilingi kutub utara.
Utqiagvik bukanlah satu-satunya kota yang mengalami fenomena alam ini. Tetapi, kota ini menjadi kawasan yang pertama kehilangan sinar matahari di siang hari.

Dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan, penduduk Kaktovik, Point Hope, dan Anaktuvuk Pass juga mengalami siang tanpa sinar matahari. Matahari terbenam untuk terakhir kalinya di tahun ini terjadi di tiga kota kecil tersebut antara akhir November hingga awal Desember.
Matahari ditetapkan hilang di Utqiagvik pada Minggu kemarin pukul 13.43. Selama 65 hari ke depan hingga 23 Januari, kota kecil ini tidak mendapatkan sinar matahari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya