6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hingga bulan November 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia telah mencapai 12,68 juta. Jumlah ini mengalami kenaikan 21,84% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 10,41 juta kunjungan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan, jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui 19 pintu utama sebanyak 10,88 juta kunjungan dan wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama sebanyak 1,80 juta kunjungan.
" Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2017 mencapai 1,06 juta kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 5,86 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada November 2016 yang berjumlah 1,00 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Oktober 2017, jumlah kunjungan wisman November 2017 mengalami penurunan sebesar 8,42 persen," kata Suhariyanto dikutip dari laman setkab.go.id.
Dari 1,06 juta kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama November 2017, menurut Kepala BPS, diantaranya dilakukan wisman berkebangsaan Tionghoa 13,36 persen, Singapura 12,25 persen, Malaysia 11,30 persen, Australia 7,81 persen, dan India 3,77 persen.
Mengenai penurunan jumlah kunjungan wisman pada November 2017 dibandingkan dengan Oktober 2017, Kepala BPS Suhariyanto mengemukakan, penurunan ini terjadi di delapan pintu masuk utama dengan persentase penurunan paling besar terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali yaitu sebesar 22,55 persen, dan penurunan paling kecil terjadi di Pelabuhan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau yaitu sebesar 0,67 persen.
" Kenaikan kunjungan wisman regular tercatat di beberapa pintu masuk utama dengan persentase kenaikan paling tinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta sebesar 32,28 persen dan kenaikan paling kecil terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Banten sebesar 0,74 persen," pungkas Suhariyanto.
(Sumber: setkab.go.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
