Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Facebook/Ridwan)
Dream - Berlibur menikmati alam adalah salah satu pengalaman paling mengasyikkan. Tapi ingat, paa traveler harus senantiasa waspada saat melakukan aktivitas di alam liar.
Pertimbangkan betul-betul sebelum kamu melakukan aktivitas tertentu, misalnya saat ingin mendaki gunung, berenang di pantai, atau bahkan berselfie di ketinggian. Perhitungkan segala risikonya dan pastikan kamu menggunakan alat pengaman jika dibutuhkan. Semua itu demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti yang menimpa seorang traveler asal Surabaya bernama Muhammad Ridwan. Ridwan menjalani liburan ke Gunung Semeru bersama rombongan.
Pemuda 25 tahun itu awalnya melakukan pendakian ke Puncak Mahameru pada 12 September 2017, sekitar pukul 03.00 WIB. Tak dinyana, nasib nahas menimpa Ridwan, ia dinyatakan meninggal dunia setelah turun dari puncak di tanggal 13 September 2017 pada pukul 09.00 WIB.
Sebuah kecelakaan fatal menimpa Ridwan. Berdasarkan keterangan dari Koordinator Perlindungan Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II, Lumajang, kecelakaan yang dialami Ridwan terjadi akibat longsor.
Bongkahan batu yang berada sekitar 50 meter dari Puncak Mahameru terpental hingga menimpa tubuh Ridwan. Almarhum sempat dievakuasi oleh tim penyelamat, namun akhirnya tak tertolong.
Tak hanya Ridwan, ada pula pendaki lain yang menjadi korban longsoran batu tersebut. Hanya saja nasib pendaki tersebut masih lebih beruntung. Ia mengalami patah tulang, namun nyawanya masih bisa diselamatkan.
(Sumber: travelingyuk.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya