Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Mynewshub.tv)
Dream - Sebuah lukisan raksasa di atas permukaan tanah di Australia tetap menjadi misteri hingga kini. Para ahli masih belum menemukan jawaban bagaimana lukisan yang dikenal di dunia sebagai Maree Man itu dibuat.
Menurut laporan BBC, lukisan sepanjang 4,2 km itu terletak di dataran tinggi Australia Selatan. Bentuknya menyerupai seorang lelaki berkepala burung yang sedang berburu.
Jika dibentangkan, garis yang dibuat untuk membentuk Maree Man itu diperkirakan memiliki panjang 18 kilometer.
Sedangkan ukuran lebar garisnya diperkirakan sekitar 35 sentimeter. Maree Man akan terlihat jelas jika wisatawan melihatnya dari atas pesawat.
Sayangnya, lukisan itu tetap menjadi misteri hingga sekarang. Para peneliti belum tahu siapa yang melukis dan mengapa lukisan terbesar di dunia itu dibuat.
Hal ini mengundang perhatian seorang miliarder asal Australia bernama Dick Smith. Dia membuat sayembara yang cukup menggiurkan.
Smith akan memberikan hadiah 5.000 dolar AS atau Rp 71,4 juta bagi siapa saja yang mengetahui informasi lengkap tentang Maree Man.
Penduduk setempat menduga, bentuk Maree Man merujuk pada penduduk asli Australia Suku Aborigin yang sedang berburu menggunakan senjata tradisional bumerang.
Sementara itu, seorang penulis Australia, Philip Turner berkata, lukisan itu menunjukkan pencapaian zaman tersebut dalam menggunakan teknologi yang sebanding dengan GPS.
" Jika Anda tidak mengetahui koordinat, Anda tidak tahu apakah Anda berdiri di kaki kiri atau di sikunya. Mengingat teknologi GPS masih primitif saat itu, lukisan ini adalah keberhasilan yang luar biasa," katanya.
Maree Man pertama kali ditemukan pada 26 Juni 1998 oleh seorang pilot yang kebetulan lewat di daerah itu dan melaporkan temuannya.
Pengelola Badan Aborigin Arabana, Lorraine Merrick, mengatakan bahwa temuan Maree Man pada tahun 1998 awalnya menyulut kemarahan sebagian suku asli.
Mereka menganggap lukisan itu sebagai penghinaan terhadap tanah suci mereka. Namun pada akhirnya Maree Man menjadi ikon penduduk asli Australia.
" Mungkin misteri itu adalah bagian dari daya tariknya. Tapi jujur, saya tidak pernah dipertanyakan oleh publik dan merasa tersindir oleh lukisan tersebut," kata Merrick.
Maree Man telah berubah sebagai ikon dan simbol Australia. Namun, meskipun telah mencapai tahun ke-20 penemuannya, Maree Man masih merupakan misteri.
(ism, Sumber: Mynewshub.tv)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya