Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Mengapa Paspor Dibuat Cuma dalam 4 Warna

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 4 Maret 2016 15:47
Mengapa Paspor Dibuat Cuma dalam 4 Warna
Secara umum, paspor di seluruh dunia hanya dibuat dalam 4 warna, yakni merah, hijau, biru dan hitam. Mengapa?

Dream - Paspor adalah 'kunci' untuk masuk ke negara-negara lain. Setiap traveler yang kerap melakukan perjalanan antarnegara tentu memiliki paspor. Namun pernahkah Anda memperhatikan, dokumen perjalanan ini hanya dibuat dalam beberapa warna?

Ya, secara umum paspor di seluruh dunia hanya dibuat dalam 4 warna, yakni merah, hijau, biru dan hitam. Menurut Hrant Boghossian, Vice President of Marketing dari Passport Index, paspor hanya memiliki empat kelompok warna utama, tetapi hadir dalam nuansa yang berbeda-beda.

" Dalam setiap rona warna, kita akan melihat variasi yang luas," ujar Boghossian seperti dikutip dari Business Insider.

Proses untuk memilih warna

Ada banyak alasan mengapa negara-negara di dunia memilih warna tertentu, menurut Boghossian.

" Anggota Uni Eropa misalnya menggunakan warna burgundy, sementara negara-negara CARICOM menggunakan paspor biru," jelasnya. CARICOM merupakan singkatan dari the Caribbean Community and Common Market yang terdiri atas 15 negara yang masuk dalam kawasan Caribbean.

Mungkin ada motif geografis dan politik sehingga mereka menggunakan warna-warna tertentu. " Beberapa pihak berpendapat bahwa merah burgundy berkaitan erat dengan sejarah komunis masa lalu," terang Boghossian.

Sementara paspor biru dinilai sebagai bentuk simbolis dari " dunia baru" . Contohnya seperti paspor yang digunakan oleh negara-negara di Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oceania.

Beberapa negara lainnya, menggunakan warna paspor sebagai representasi agama. " Kebanyakan negara-negara Islam menggunakan paspor hijau karena pentingnya warna tersebut dalam agama mereka," ujar Boghossian.

Hijau dianggap sebagai warna favorit Nabi Muhammad dan juga dianggap sebagai simbol alam dan kehidupan. Karena itu, warna hijau digunakan oleh negara-negara Islam dan Timur Tengah.

Negara-negara lain memilih warna paspor tertentu sebagai cerminan karakter individu dan identitas masyarakatnya.

" Paspor Swiss berwarna merah terang," Boghossian menjelaskan sebagai contoh.

" Paspor Turki telah berubah menjadi merah anggur, dengan harapan untuk bergabung dengan Uni Eropa."

Anehnya, ia mencatat bahwa AS telah mencoba menerapkan beberapa warna paspor, merah hijau dan sekarang biru.

Paspor juga ditentukan oleh apa yang praktis. Terkadang, warna dokumen perjalanan tersebut disesuaikan dengan apa yang tersedia.

" Produksi paspor adalah proses yang sangat terkontrol dan hanya sedikit perushaan di seluruh dunia yang melakukan hal itu," kata Boghossian.

" Stok kartu yang digunakan untuk paspor biasanya disediakan oleh pihak ketiga dan karena itu hanya datang dalam variasi warna tertentu untuk memenuhi standar yang dibutuhkan," lanjutnya.

Desain paspor memasuki era baru

Paspor tak banyak berubah dalam beberapa dekade terakhir, Boghossian mencatat. Namun kini, itu semua mulai berubah.

" Kita sedang memasuki era menarik, di mana negara-negara mulai menyertakan fitur-fitur khusus untuk membedakan paspor mereka," katanya.

Beberapa desain paspor dibuat sangat keren, bahkan dengan karya seni UV, seperti paspor negara Kanada, Inggris, AS, dan China, yang mengekspos gambar-gambar tersembunyi di bawah sinar UV.

Adapula paspor yang dibuat seperti flipbooks. Contohnya paspor Finlandia yang dibuat dengan gambar animasi rusa berjalan, yang dirilis pada tahun 2012.

Menurut Boghossian, Inggris memiliki paspor yang tidak ditemukan di negara lain di dunia: The Queen's Messenger passport, yang digunakan oleh segelintir individu untuk menyampaikan informasi penting pada konsulat dan kedutaan Inggris di seluruh dunia.

Di luar empat warna utama paspor, Boghossian juga menyebutkan bahwa ada negara-negara luar biasa dengan warna paspor spesial. Contohnya, Kanada yang warganya menggunakan paspor putih sebagai dokumen perjalanan sementara. Dan Norwegia yang menawarkan paspor dalam warna berbeda dengan desain ramping minimalis untuk para wisatawan.

(Sumber: businessinsider.co.id)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More