Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Toko Merah Di Kawasan Kota Tua, Jakarta
Dream - Adakalanya bangunan sejarah menyimpan cerita mistis tersendiri. Begitu pula dengan bangunan peninggalan VOC saat penjajahan Belanda tempo dulu yang banyak berjejer di sepanjang kawasan Kota Tua.
Sebuah bangunan di seberang Halte Kali Besar Barat, tenar disebut bangunan Toko Merah mungin yang paling mencuri perhatian. Dengan ciri khas batu bata merah, bangunan ini begitu mudah ditemukan bagi para pengunjung yang ingin melihat-lihat.
Pada awalnya, bangunan yang menjulang tinggi ini adalah milik salah satu petinggi VOC yang merencanakan pembunuhan kepada seluruh etnis Tionghoa di Jakarta. Konon, Toko Merah adalah saksi bisu pembantaian berdarah ratusan bahkan ribuan etnis Tionghoa Batavia saat zaman penjajahan.
" Menurut kabar yang beredar, dulu banyak dibantai orang-orang China di sini darahnya sampai banjir-banjir," jelas Agus, salah satu pemandu wisata yang dijumpai di depan bangunan kemarin.
Meski menyimpan cerita-cerita seram, Toko Merah ini tak pernah surut dari kunjungan pelancong. Mereka asyik berfoto-foto di depan bangunan. Bahkan sebagian pasangan, memanfaatkan gedung ini untuk melakukan foto pre-wedding karena keunikannya. Asyiknya, pengelola tidak memungut biaya karena letak bangunan yang terletak di pinggir jalan raya.
Selain menyimpan kisah yang menarik, gedung bersejarah yang dibangun dengan arsitektur Eropa China ini juga terlihat sangat unik. Pada bagian depan dikonsep dengan bangunan dua lantai yang dilengkapi pilar-pilar khas Eropa. Jendela-jendela dan kisi-kisi ventilasi udaranya dibuat lebar-lebar.
Sedangkan pada bagian tengah bangunan terdapat koridor penghubung ke bagian gedung tiga lantai yang terletak di ujung paling belakang.
Toko Merah sebenarnya adalah bangunan kembar satu atap dengan dua pintu utama yang berukuran tinggi besar dengan fanlight yang menyatu di atasnya. Walau bangunan ini kuno namun ternyata sudah mengadopsi teknik modern.
Hal ini terlihat dari adanya sekat parapat yang biasa difungsikan untuk mencegah kebakaran supaya tidak merambat pada gedung sebalahnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya