Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menpar Arief Yahya Menyebut Sektor Wisata Indonesia Paling Tumbuh Pesat Di Dunia
Dream - Sudah tidak diragukan lagi keindahan alam Indonesia untuk dijadikan destinasi wisata. Kondisi ini dimanfaatkan betul oleh pemerintah.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata Tanah Air saat ini mengalami pertumbuhan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain wisata, pemerintah juga sedang menggenjot sektor lifestyle untuk menarik para investor.
" Pariwisata di Indonesia termasuk sektor yang tumbuh paling pesat di dunia. Investasi sektor pariwisata tahun 2017 juga menunjukkan kenaikan dengan capaian 102% dari target yang dicanangkan oleh pemerintah," ujar Arief dikutip dari laman resmi Kemenpar.
Sektor pariwisata dan lifestyle nantinya akan ditampilkan dalam acara Regional Investment Forum 2018 (RIF) dengan diikuti oleh 350 peserta. 71 perusahaan asing dan 62 perusahan dalam negeri dikabarkan mengikuti kegiatan tersebut dan beberapa pihak lain.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong berujar, tumbuhnya nilai pariwisata dan lifestyle karena meningkatnya taraf hidup masyarakat.
" Ini sangat dipengaruhi oleh jutaan orang di dunia yang naik kelas menjadi kelas menengah, sehingga mempengaruhi pola konsumsi dari belanja barang-barang menjadi belanja hiburan," kata Thomas.
Dia menjelaskan, berdasarkan data Word Bank, ada 52 juta warga Indonesia masuk dalam kelas menengah dengan total kontribusi PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia sebesar 43 persen.
Thomas melanjutkan, pihaknya juga mencatat realisasi bidang industri pariwisata selama lima tahun terakhir sejak 2013 hingga 2017, rata-rata tumbuh 20 persen per tahun. Di tahun 2017, peningkatannya sebesar 31 persen dengan nilai US$ 1,7 miliar, setara Rp23,3 triliun. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya