Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Agung Ibnu Batutah, Bali (Sumber: Commons.wikimedia.org)
Dream - Bali terkenal sebagai Pulau Seribu Pura yang eksotis dengan keindahan pantai-pantainya. Mayoritas masyarakat yang memeluk agama Hindu melahirkan budaya lokal hingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Tempat-tempat seperti Tanah Lot dan Pura Besakih menjadi andalan masyarakat Bali dalam mempromosikan wisata. Tapi, ada sebuah tempat menarik di Nusa Dua, Badung yang wajib masuk dalam daftar kunjungan saat ke Pulau Dewata.
Adalah kawasan Puja Mandala. Pada tahun 1997, kawasan ini dibuka resmi sebagai kawasan wisata religi. Tempat ini sungguh unik karena memiliki tempat peribadatan umat lima agama, yaitu Hindu, Budha, Katolik, Kristen dan Islam.
Bangunan tersebut berdiri berdampingan sebagai bentuk toleransi nyata warga Bali. Sedangkan untuk umat muslim yang tertarik ke tempat ini, dapat mampir ke kawasan wisata Islam yang berpusat di Masjid Agung Ibnu Batutah.
Puja Mandala dibangun di atas tanah seluas dua hektar. Sementara Masjid Agung Ibnu Batutah mulai dibangun tiga tahun sebelum kawasan diresmikan.
Masyarakat setempat sangat antusias dalam menjaga Puja Mandala. Mereka menilai hal ini sebagai bentuk dari Bhinneka Tunggal Ika yang sangat bermanfaat dalam merayakan hari-hari besar umat.
Selain itu, salah satu alasan dibangunnya Puja Mandala adalah karena ingin memfasilitasi tempat ibadah umat muslim yang masih sangat jarang ditemui di Bali. Serta untuk memenuhi kebutuhan warga muslim di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya.
Keindahan alam di sekitar Masjid Ibnu Batutah menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang berkunjung. Selain menunaikan salat, pengunjung dapat pula melihat pemandangan laut bagian selatan Pulau Dewata.
Masjid Agung Ibnu Batutah dibangun dalam dua lantai dengan luas 3000 meter persegi. Serta tepat berdampingan dengan Gereja Katholik Bunda Maria Segala Bangsa, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Wihara Budhina Guna dan Pura Jagat Nata.
Masjid Agung Ibnu Batutah memiliki arsitektur yang menarik dengan memadukan desain tradisional dan modern. Sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama di masjid ini. Wisatawan banyak mengunjungi masjid pada waktu salat Zuhur hingga memasuki waktu salat Ashar.
Di masjid ini juga telah dibangunkan sebuah lembaga pusat pendidikan Alquran atau Mihrab Quran. Lembaga ini menjadi pusat pendidikan, pelatihan, pemahaman, perpustakaan tentang Alquran dan menjadi yang terbesar di wilayah Bali.
(Berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya