JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Gua Gyokusendo (Foto: Ahmad Ibo/ Liputan6.com)
Dream - Daya tarik Jepang bukan hanya sisi kuliner dan surga belanjanya. Tapi juga spot-spot wisata alamnya yang sangat cantik. Salah satunya adalah Gyokusendo, gua yang diklaim terbesar di Jepang.
Panjangnya mencapai 5.000 meter, namun baru 890 meter yang dibuka untuk pariwisata, sisanya masih dalam proses penelitian. Gua ini terletak di Okinawa World yang berlokasi tidak jauh dari pusat Kota Naha.
Gyokusendo memang merupakan gua purba, namun pemerintah Okinawa mampu membangun gua ini dengan konsep yang modern.
Mulai dari sistem parkir di luar gedung, ticketing, hingga saat wisatawan mulai masuk ke dalam gua, bahkan trek gua sangat ramah difabel.

(Foto: Ahmad Ibo/ Liputan6)
Bagi orang yang baru pertama kali berkunjung ke gua ini tentu akan menganggap Gyokusendo adalah gua buatan manusia. Namun pada kenyataannya tidak. Ai Munakata, guide berlisensi nasional Jepang saat mendampingi Liputan6.com menjelajahi Gua Gyokusendo mengatakan, lubang gua mulai ditemukan sejak 1967, saat itu Jepang masih dalam wilayah administratif Amerika.
Pada 1992 baru dibangun untuk keperluan pariwisata dan penelitian.
Eksotis, itulah satu kata yang mampu menggambarkan keindahan Gua Gyokusendo. Batuan stalaktit dan stalakmit berjejer di langit-langit membentuk komposisi yang menawan dan sedap dipandang mata. Apalagi tambahan tata cahaya yang menawan, membuat siapapun akan berdecak kagum saat melihatnya.
Menurut Ai, stalakmit dan stalagtit di gua ini hanya tumbuh 2-3 milimeter tiap tahunnya. Inilah yang membuat tiap wisatawan perlu berhati-hati dan tidak menyentuh apapun di dalam agar tidak mengganggu pertumbuhan stalaktit dan stalakmit.
Tak hanya stalaktit dan stalakmit, beberapa hewan yang ditemui seperti belut dan ikan masih menjadikan gua ini sebagai habitatnya.
Untuk bisa menjelajahi semua keindahan bawah tanah Okinawa ini, wisatawan hanya perlu merogoh kocek sebesar 1.240 Yen atau sekitar Rp 155.000 untuk dewasa dan 620 Yen atau sekitar Rp 77.000 untuk anak-anak. Okinawa World sendiri dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00.
Sumber: Ahmad Ibo/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
