Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Traveling kini menjadi hobi yang banyak digemari generasi kekinian, terutama di Indonesia. Mereka rela bekerja keras dan menikmati hasilnya dengan liburan ke sejumlah destinasi wisata terkenal, baik dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan data Mastercard Future of Outbound Travel in Asia Pasific, 8,6 persen penduduk Indonesia suka bepergian keluar negeri tiap tahunnya. Jumlah tersebut menjadi Indonesia sebagai negara yang mencatatkan pertumbuhan outbond traveller terbesar di Asia.
Tetapi, generasi kekinian juga cukup lengket dengan internet. Sementara, kerap kali mereka mengalami kendala dalam mengakses internet ketika berada di tempat atau negara tertentu.

Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan ini. Contohnya, menggunakan provider negara yang dikunjungi, memakai layanan khusus luar negeri dari provider lokal atau menyewa Mi-Fi.
Kalau kamu jarang bepergian ke luar negeri, menggunakan provider negara tujuan atau lokal adalah solusi cukup praktis dan tidak terlalu mahal. Tentu beda hasilnya jika kamu sering ke luar negeri.
Lantas, apa solusinya? Tenang, kamu bisa memilih Mi-Fi paska-bayar yang bisa dibawa serta diaktifkan di mana pun dan kapan pun.
" Mobilitas frequent traveler yang ke luar negeri cukup tinggi. Mi-Fi akan membuat mereka lebih nyaman dan mudah mengakses internet 4G unlimited tanpa mengambil atau mengembalikan modem," ungkap Founder JavaMifi, Andintya Maris, di Aston At Kuningan Suites, Jakarta, Rabu 21 November 2018.

Bebas repot, Mi-Fi juga memberikan kemudahan buat kamu untuk mengakses jaringan terbaik di setiap daerah. Andintya mengatakan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah provider di lebih dari 160 negara.
" Kami memerlukan beberapa provider supaya pengguna mendapatkan jaringan terbaik. Di Cina pun Mi-Fi bisa digunakan tanpa VPN, jadi bisa akses Google dan medsos," kata dia.
Selain itu, kamu juga tak perlu repot melaporkan jadwal kepergian serta negara yang bakal kamu tuju untuk bisa internetan dengan nyaman. Dengan berlangganan selama 3 bulan dan memilih paket yang cocok, kamu bisa memiliki pocket Wi-Fi untuk dinikmati di mana pun.
" Mi-Fi bisa diantar ke rumah gratis, asalkan dari jauh-jauh hari. Ada juga di Indomaret, Alfamart, di delapan bandara dan lebih dari 300 loket pintar. Tinggal pilih paket dan dibayar dengan kartu kredit atau auto-debit saja," tuturnya.
Bingung mau pakai paket yang mana? JavaMifi menyediakan tiga paket internet sesuai kebutuhanmu yaitu Pro Go, Pro Asia dan Pro Global.
Jika jadwal travelingmu selama 5 hari, bisa memakai Pro Go. Untuk yang sering traveling di sekitar Asia, bisa memakai Pro Asia atau Pro Global jika ingin jangkauan yang lebih luas
Masing-masing bisa kamu dapatkan dimulai dari harga Rp299 ribu per bulan.
" Heavy travelers, cabin crew, travel blogger atau business man bisa mulai dengan langganan selama 3 bulan untuk bisa memiliki perangkatnya tanpa perlu dikembalikan setiap selesai digunakan," katanya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya