Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jendela Makam Timothy Clark Smith (Foto: Vermonter.com)
Dream - Di daerah Evergreen Cemetery, West River of New Haven, Vermont, Amerika Serikat terdapat sebuah makam yang membuat banyak orang penasaran. Makam tersebut memiliki lempengan yang terbuat dari kaca menghadap arah langit, lempengan kaca tersebut mirip dengan jendela.
Tak heran, banyak orang menyebutnya kuburan berjendela. Mungkin saat ini kaca tersebut nampak tidak jelas namun jika kita kembali ke tahun 1893, kamu bisa melihat mayat Timothy Clark Smith yang lama kelamaan membusuk dimakan oleh waktu.

Timothy Clark Smith adalah seorang dokter, diplomat dan juga penjelajah dunia. Sepanjang hidupnya, ia mempunyai ketakutan akan dikubur hidup-hidup. Karena memang pada zaman itu masih sering terjadi kesalahan dalam mendiagnosa meninggal atau tidaknya seseorang.
Orang yang dinyatakan meninggal lantas dikubur hidup-hidup, beberapa saat kemudian ia bisa terbangun dan menemukan dirinya sudah terkubur. Hal mengerikan ini pernah terjadi pada seorang filsafat asal Skotlandia, John Duns Scotus (1266-1308).
Setahun setelah ia dinyatakan meninggal dan dikuburkan, makamnya dibongkar kembali. Nampak pemandangan mengerikan, tubuh John ditemukan berada di luar peti dan tangannya terlihat luka seperti berusaha untuk melarikan diri.

Mereka yang menderita phobia akan dikubur hidup-hidup ini pun akhirnya berhasil menemukan 'safety coffin', yaitu sebuah peti mati keselamatan yang didesain untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Di dalam peti mati tersebut terdapat tali yang dapat korban tarik untuk membunyikan lonceng.
Ada pula peti yang didesain dengan tangga, jalan untuk melarikan diri bahkan menyediakan pasokan makanan dan air. Namun sayangnya tidak satu pun dari desain tersebut yang menyediakan tabung gas untuk bernapas.
Pada zaman itu, banyak sekali orang yang ingin dikuburkan bersama peti mati keselamatan. Namun faktanya, tak ada satu orang pun yang selamat dengan peti mati tersebut.
Peti mati Keselamatan milik Timothy Clark Smith memiliki desain yang sama dengan seorang Menteri Inggris, Robert Robinson. Peti tersebut dirancang dengan sebuah lempengan kaca di atasnya, yang sekarang disebut kuburan berjendela. Di dalam makamnya pun terdapat pintu untuk jalan keluar.
Gimana menurut kamu? Unik atau malah jadi mengerikan?
(Awalendi E. Pajarini/Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya