Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Batik Air)
Dream - Setelah maskapai Citilink layani penerbangan ke Silangit pada Oktober lalu, kini Batik Air juga siapkan penerbangan reguler setiap hari mulai 1 Desember 2017. Tambahan penerbangan tersebut akan semakin mendukung pengembangan tujuan wisata Danau Toba di Sumatera Utara.
Batik Air akan menggunakan pesawat tipe Airbus A320 dengan kapasitas 180 penumpang meliputi 12 kursi bisnis dan 144 kursi ekonomi sebagai pilihan layanan bagi masyarakat atau wisatawan. Setiap harinya akan ada penerbangan ID 6832 dari Cengkareng pukul 09.35 WIB tiba di Silangit pukul 11.45 WIB. Sedangkan pulangnya dilayani dengan penerbangan ID 6833 dari Silangit 12.20 – Cengkareng 14.30 WIB
Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo menjelaskan bahwa penerbangan tersebut akan menambah jumlah kapasitas seat. " Nantinya akan ada total 5 penerbangan Jakarta-Silangit per hari. Atau setara 776 seat per hari. Terima kasih untuk kita semua yang telah membuat Danau Toba semakin bersinar dan menjadi destinasi unggulan," kata Arie, dikutip dari pesona.indonesia.travel, Kamis 30 November 2017.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, semakin banyak penerbangan ke Bandara Silangit akan membuat Danau Toba makin ramai. Muaranya diprediksi akan menambah angka kunjungan dan meningkatkan Trade dan Investment di Kawasan Danau Toba. " Rumusnya 3A. Atraksi, Akses, Amenitas harus kuat," ungkap Menpar Arief Yahya.
Menpar menegaskan, pengembangan pariwisata Danau Toba harus dilakukan melalui kerja bersama dan sinergi berbagai pihak. " Success story Bandara Silangit menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur yang baik dapat menjadi prioritas yang didorong di depan, yang akan diikuti oleh pertumbuhan demand yang progresif, atau dengan kata lain supply creates demand," ujar Menpar Arief Yahya.
Sementara itu, Dirut PT Angkasa Pura Muhammad Awaluddin mengutarakan bahwa sejak dikelola PT Angkasa Pura II, Bandara Silangit terus dikawal agar akses menuju destinasi Danau Toba terlayani dengan baik. Presiden Jokowi sudah menetapkan Danau Toba sebagai destinasi prioritas sehingga mulai ada penerbangan dari dan ke Singapura.
" Kami terus ngebut membangun semua fasilitas dan infrastruktur Bandara Silangit, untuk memenuhi standar internasional. Agar bisa menjadi pendukung akses ke Destinasi Danau Toba," katanya.
Bandara Silangit sendiri merupakan bandara yang dibangun pada masa Pendudukan Jepang. Pembangunannya kembali baru dilakukan sejak 1995 dengan menambah landas pacu sepanjang 900 meter sehingga menjadi 1.400 meter. Pemerintah berharap dengan ditunjuknya Danau Toba sebagai satu dari sepuluh destinasi wisata baru, bandara tersebut dapat berkontribusi lebih besar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang