Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Memang benar kita terkena radiasi saat kita terbang. Memang benar bahwa paparan radiasi bisa menyebabkan kanker. Tapi apakah terbang benar-benar meningkatkan risiko kanker? Jawaban singkatnya: Mungkin, tapi mungkin tidak banyak. Sementara jawaban panjangnya, rumit sekali.
Sementara beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa awak pesawat dan pilot memiliki peningkatan risiko beberapa jenis kanker, meskipun penelitian ini dilakukan secara acak.
Menurut Dr. Alina Brenner, seorang staf ilmuwan di cabang Eipidemiologi Radiasi Institut Kanker Nasional, mengatakan bahwa dia telah bekerja dengan National Cancer Institute selama lebih dari dua dekade. Dan ia mengatakan, ada banyak hal yang bisa menyebabkan kanker dan sulit untuk mengatakan bahwa pilot cenderung lebih berisiko terkena kanker kulit karena frekuensi terbang mereka.
Terlebih, kata Brenner, awak pesawat dan pilot rutin menjalani pemeriksaan kesehatan yang seharusnya akan menangkap gejala kanker pada tahap awal. Karena itu, menurutnya, masih banyak yang harus dipelajari terkait mengapa beberapa orang menderita kanker sedangkan yang lainnya tidak.
Meski begitu, penerbangan memang bisa saja memberi efek yang lebih jauh, kata Brenner. Tapi risikonya rendah. Ada banyak aktivitas sehari-hari yang lebih memberikan efek radiasi terhadap kita daripada naik pesawat, tapi tidak berarti itu akan menyebabkan kanker.
Pisang sebenarnya mengandung radioaktif, tapi tidak berarti kamu harus berhenti memakannya. Demikian pula soal perjalanan udara. " Masih banyak hal penting yang harus dipikirkan orang ketimbang khawatir soal efek penerbangan," kata ahli bedah kanker dari University of Texas MD Anderson Cancer Center, Erich Sturgis.
Jika memang khawatir terhadap kanker, Sturgis menyarankan, traveler sebaiknya melakukan tes screening standar untuk mengetahui apakah ada potensi kanker dalam tubuh mereka. Di sisi lain, sebaiknya mereka lebih memperhatikan gaya hidup. Melakukan yoga, memilih makanan ringan yang sehat serta menggunakan tabir surya saat traveling adalah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan.
(Sumber: thepointsguy.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya