Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Katakomba Odessa (Foto: Goneva.net.ua)
Dream - Ukraina menjadi negara dengan letak geografis yang unik. Tepatnya di kota Oddesa yang memiliki jaringan bawah tanah luas dan diyakini sebagai 'katakomba' terbesar di dunia.
Katakomba adalah sebuah ruangan atau jalan di bawah tanah yang biasanya digunakan untuk keperluan religius. Bahkan di beberapa negara berbentuk kuburan.
Sebagian besar terowongan tersebut tidak tercantum di dalam peta dan menyebar di sembarang tempat di bawah kota. Labirin bawah tanah itu berukuran sangat panjang mencapai 2.500 kilometer.
Bahkan jika diletakkan dalam garis lurus, terowongan bisa mencapai semua jalan ke paris. Kebetulan, Paris merupakan negara katakomba terbesar kedua di dunia. Namun, katakomba yang dimiliki Odessa ini lima kali lebih panjang dibanding Paris.
Sejarah tidak mencatat kapan penggalian di Odessa dimulai. Tapi katakomba mulai berkembang pesat sejak akhir abad ke-18. Pada saat Catherine the Great meminta pembangunan pelabuhan baru untuk membangun kota dari laut.
Jumlah pertambangan menjadi meningkat untuk mengekstrak kapur yang digunakan dalam membangun kota di atas tanah. Terowongan digali lebih dari 100 kaki di bawah tanah pada tiga tingkat yang berbeda. Poros baru digali kembali saat terowongan lama telah kehabisan kapur. Dan itu menjadi awal mula terbentuknya terowongan menjadi rumit.
Pertambangan berlanjut sepanjang abad ke-19 hingga ke 20 dan berakhir pada pecahnya revolusi Rusia di tahun 1917. Tambang jatuh ke tangan penjahat yang mengembara menggunakan kereta bawah tanah. Mereka memanfaatkan terowongan itu sebagai jalur untuk bertemu dan menyelundupkan barang-barang jarahan.
Bahkan menyedihkannya lagi, terowongan yang gelap dan suram ini pernah digunakan untuk perdagangan budak. Ketika Nazi tiba di Odessa dan membantai para penduduk kota, terowongan ini digunakan sebagai persembunyian partisipan Uni Soviet dalam melawan angkatan paksi.
Tempat persembunyian berubah menjadi ruang tamu yang nyaman bagi para pejuang gerilya. Terdapat kamar rekreasi untuk mereka yang ingin bermain catur atau domino dengan penerangan cahaya lilin.
Sedangkan kamar akomodasi memiliki rak-rak yang menjorong ke dalam dinding. Dilengkapi dengan perlengkapan tidur untuk pria dan wanita. Lalu, disediakan juga dapur dengan fasilitas kompor dari batu kapur. Dimana asapnya akan lepas ke bagian ruang kosong di atasnya. Bahkan yang paling menakjubkan ada sebuah rumah sakit dengan perlengkapan ruang operasi.
Kini, sebagian terowongan telah direkonstruksi sehingga pengunjung dapat melihat bagaimana kondisi partisipan dulu saat mendiami labirin bawah tanah ini.
Di Museum of Partisan Glory yang berada di dekat Nerubayskoye, terdapat kostum dan senjata berkarat yang tersusun rapi di sepanjang beberapa kilometer katakomba.
Di sana juga dikenal dengan seribu pintu masuk yang mengarah pada labirin misterius, yang diisi dengan gua-gua tersembunyi. Dimana para penjelajah modern secara rutin menemukan koin, koran lama, alat-alat memasak, pakaian, senapan dari Perang Dunia ke II.
(Sumber: Amusingplanet)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
