Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Afghanistan (Foto: Thekingiscoming.com)
Dream - Berencana melakukan traveling ke luar negeri dalam waktu dekat? Kalau ya, sebaiknya kamu mengecek terlebih dahulu peta negara-negara berisiko tinggi yang baru saja dirilis organisasi sosial nirlaba, International SOS.
Dalam laman resminya www.internationalsos.com, organisasi tersebut merilis Travel Risk Map 2017 yang memuat rincian negara-negara dengan risiko ancaman keselamatan paling tinggi hingga terendah di seluruh dunia.
Virus zika dan terorisme membuat 72 persen penduduk dunia percaya bahwa risiko perjalanan di tahun 2017 akan meningkat dibandingkan tahun 2016. Travel Risk Map 2017 ini dirilis bersamaan dengan survei Ipsos Mori yang memuat ulasan pengalaman wisatawan di seluruh dunia.
Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa aksi terorisme masih menjadi ancaman yang paling ditakuti para wisatawan dengan tingkat persentase 51 persen. Namun pada kenyatannya, bahaya terbesar justru berasal dari kejahatan jalanan.
Menurut peta yang dirilis International SOS tersebut, negara-negara yang paling berbahaya untuk perjalanan sepanjang 2017 nanti adalah Suriah, Afghanistan, Yaman, Libya, Dargfur, Somalia, Sudan Selatan, serta wilayah Timbuktu dan Kidal di Mali.
Sementara negara-negara yang dianggap paling aman adalah Norwegia, Swedia, Finlandia, Islandia, Denmark, Swiss dan Slovenia. Lantas bagaimana dengan Indonesia?
Dalam peta tersebut, secara garis besar Indonesia masuk dalam kategori " medium" . Itu artinya Indonesia dianggap masih belum sepenuhnya aman sebagai tujuan wisata.
Untuk diketahui, rating dalam Travel Risk Map 2017 ditentukan berdasarkan beberapa kriteria utama, antara lain tingkat bahaya yang tak bisa terkontrol oleh pemerintah suatu negara dan berbagai jenis ancaman kekerasan yang kerap menimpa wisatawan saat berkunjung ke sebuah negara.
(Sumber: boredpanda.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya