Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Angela Vorobyeva (Sumber: Www.rt.com)
Dream - Usia tak jadi halangan, selama ada kemauan tak ada hal yang mustahil diwujudkan. Inilah yang dibuktikan oleh Angela Vorobyeva.
Wanita berusia 86 tahun itu baru saja memecahkan rekor dengan menaklukkan Kilimanjaro, gunung tertinggi di Afrika. Dengan keberhasilannya itu, Angela didaulat Guiness World Records sebagai pendaki tertua yang berhasil mencapai puncak Kilimanjaro.
Ia berhasil menginjakkan kaki di puncak Kilimanjaro pada 29 Oktober 2015 lalu. Kala itu usianya tepat menginjak 86 tahun.
" Sangat sulit untuk dikatakan, tetapi keinginan saya cuma satu, yakni saya ingin happy (bahagia)," jelasnya seperti dikutip dari Russiantoday.
Kegigihannya menaklukkan Kilimanjaro menjadi bukti bila usia bukan menjadi penghalang baginya untuk tetap mendaki gunung.
" Menaklukkan Kilimanjaro, saya harus berjuang melewati hutan, rasa dingin yang menusuk hingga saya sulit berbicara lalu telinga juga terasa sakit. Untuk makan sangat sulit, demi menahan kekuatan tubuh saya hanya minum teh yang dicampur madu karena butuh energi. Kehangatan tubuh hanya didapatkan saat siang hari atau cuaca sedang cerah. Belum lagi melawan hujan yang kerap datang," terang Angela.
Namun ia tak menyerah hingga akhirnya berhasil mematahkan asumsi kebanyakan orang yang menganggap mustahil bagi para Lansia untuk mendaki gunung.
" Saya percaya untuk melakukan sesuatu harus dengan keinginan yang besar dan paling utama tidak ada kata menyerah dalam hidup saya," katanya tersenyum.
Perlu diketahui, mendaki Kilimanjaro bukanlah perjalanan pertama Angela Vorobyeva. Sebelumnya ia pernah mengelilingi beberapa negara Eropa.
Ia pernah mengunjungi Polandia dan Jerman bersama sang putri. Perjalanan travelling-nya dilakukan selama dua tahun hingga menembus Bulgaria.
Tak hanya itu, ia juga pernah menyambangi beberapa negara lain seperti Tunisia, Cape Town, Mauritius, Fiji, dan Australia. Angela bahkan juga berhasil mendaki Sydney Harbour Bridge dengan berjalan sekitar 1.500 langkah.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha