Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
New York City (Foto: Shutterstock)
Dream - New York mempertahankan tempatnya sebagai kota terdepan di dunia untuk bersantai, bekerja dan tinggal, didorong oleh reputasinya yang tak tertandingi sebagai tempat berbisnis, menurut Top Cities Index terbaru versi peneliti global Ipsos.
Sementara itu, Abu Dhabi, melampaui kota yang lebih mapan seperti Paris dan London, menempati posisi kedua dari sebelumnya posisi keempat untuk indeks tahun 2013.
"Dua puluh tiga persen sampel global kami memilih New York sebagai kota yang bagus untuk diperdagangkan, menempatkannya di bagian atas daftar," kata Ipsos, sementara kesuksesan Abu Dhabi adalah "persepsi sebagai pusat bisnis; dengan 21 persen sampel global mengatakan itu adalah kota yang bagus untuk bisnis, hanya dua persen di bawah New York."
London menempati posisi ketiga dalam indeks 2017, diikuti oleh Paris , Sydney, Zurich, Tokyo, Roma, Los Angeles, dan Amsterdam. Sementara Mekah Arab Saudi menempati urutan ke-44 dalam daftar 60 kota.
Zurich masih menjadi kota teratas untuk menetap, karena ia mempertahankan rankingnya sebagai lokasi terbaik untuk tinggal, diikuti oleh Sydney. Sementara Vancouver, Abu Dhabi dan Stockholm berada di tempat ketiga.
Paris masih merupakan kota wisata terbaik yang tak terbantahkan di dunia, diikuti oleh Roma, New York dan London.
Dalam hal berbisnis, New York mengambil posisi terdepan, diikuti oleh Abu Dhabi, London, dan Hong Kong.
Ipsos telah memasukkan 12 kota lagi untuk survei indeks 2017, yang mencakup 18.557 orang dewasa dari 26 negara dengan usia berkisar antara 16 dan 64 tahun.
Hasil survei dihitung sesuai dengan populasi negara.
(Sumber: arabnews.com)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Tak Harus Gula Pasir, Ini 5 Pemanis Kopi yang Direkomendasikan Ahli Gizi

Berat Badan Naik Padahal Merasa Makan Sedikit? Ini 9 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Harga Ponsel dan Barang Kebutuhan Hampir Sama di Seluruh Negeri, Mengapa UMR Bisa Jauh Berbeda?