Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Nostalgia Semarang Tempo Doeloe di Pasar Malam Sentiling 2016

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 20 September 2016 15:33
Nostalgia Semarang Tempo Doeloe di Pasar Malam Sentiling 2016
Tentoonstelling baru-baru ini kembali diperingati lewat 'kemasan' acara Festival Kota Lama dan Pasar Malam Sentiling 2016.

Dream - Semarang kaya akan heritage peninggalan Belanda. Salah satu contohnya adalah Tentoonstelling yang baru-baru ini kembali diperingati lewat 'kemasan' acara Festival Kota Lama dan Pasar Malam Sentiling 2016, pada 16-18 September ini. Lokasinya di Kolam Retensi 'Polder' Tawang. Persis di depan stasiun kereta api.

" Acaranya keren. Ada performance musik Barat, dan musik Nusantara. Ada jenis klasik, jazz, dan nge-rock. Semua tampil saat pembukaan hingga selesai. Penyanyi Tri Utami juga tampil, lalu hari ke-2 panggung diisi oleh Symphony Kota Lama," jelas Hari Untoro Drajad, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural di Kota Lumpia Semarang.

Semarang

Acaranya sendiri tergolong sukses, menurut Hari, antusiasime warga kota Semarang cukup tinggi menyaksikan pertunjukan demi pertunjukan. Menpar Arief Yahya mengapresiasi kegiatan untuk menghidupkan Kota Lama ini. Sebelumnya festival tahunan ini diberi nama Festival Kota Lama. Saat itu tema Festival Kota Lama 2014 adalah 'Merayakan Semarang', yang sekaligus untuk memperingati sebuah perhelatan akbar di era kolonial Belanda bernama Tentoonstelling.

Tentoonstelling merupakan pameran terbesar pada tahun 1914 yang diikuti oleh beberapa negara seperti China, Australia, dan lain-lain. Dalam acara ini diadakan juga pertandingan sepakbola internasional yang pertama, sehingga pameran ini menjadi bagian penting dari sejarah persepakbolaan Indonesia. Tak dapat dipungkiri jika dengan adanya Tentoonstelling ini telah menjadikan kota Semarang menjadi mendunia.

Menyadari itu semua, kata Hari, maka diadakanlah kegiatan serupa untuk kembali mengenang acara tersebut. Namun kata 'Tentoonstelling' oleh masyarakat Jawa diplesetkan menjadi 'sentiling' karena pengucapan kata menjadi lebih mudah.

Semarang

Tema besar Pasar Malam Sentiling kali ini adalah 'Kuno Kini Nanti'. Ini menunjukkan bahwa situasi di masa lampau, sekarang dan di masa yang akan datang memiliki keterkaitan satu sama lain.

Kawasan Kota Lama dibagi sesuai dengan tema acara. Di area 'Kuno', akan dihadirkan berbagai kuliner tempo doeloe, pakaian tempo doeloe, photobooth yang sejalan dengan tema tempo doeloe, lagu-lagu tempo doeloe di tahun-tahun sebelum 1960 dan pasar klitikan.

Di area 'Kini' yang berada di wilayah sekitar Kolam Retensi Tawang akan ada panggung apung (floating stage). Mirip dengan yang di Pesona Danau Toba 2016 lalu. Panggung tersebut menjadi tempat pertunjukan bagi artis-artis Indonesia yang akan mengkolaborasikan musik klasik, jazz, dan lain sebagainya dengan musik Nusantara masa kini.

Semarang

Area 'Nanti' diisi dengan pameran foto, gambar dan hasil research vision branding Kota Lama bekerjasama dengan The Missing Link dari Belanda. Dan yang tak kalah menarik adalah adanya pameran foto tentang kehidupan di Kota Lama oleh fotografer asal Belanda, Isabelle Boon (dipamerkan di Tekodeko Koffiehuis). Festival tahun ini memiliki 3 gerbang utama, yaitu di Taman Srigunting dan dua gerbang di Jalan Merak.

(Sumber: Kementerian Pariwisata)

Beri Komentar