Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Bali (Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Kabupaten Klungkung, Bali terus membenahi Nusa Penida untuk pengembangan pariwisata secara berkelanjutan. Pembenahan meliputi pembangunan infrastruktur dan tata ruang.
" Perkembangan pariwisata Nusa Penida dalam dua tahun terakhir lebih cepat dari perencanaan, sehingga rencana detail tata ruang Nusa Penida kini lebih dipacu," kata Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 3 Juli 2017.
Suwirta menjelaskan, masalah infrastruktur ke objek wisata di Nusa Penida masih sangat perlu diperhatikan. " Infrastruktur seperti air, jalan dan listrik sebagai penopang pariwisata telah, sedang dan akan diupayakan secara maksimal. Tahun 2017 misalnya diperbaiki jalan menuju objek wisata Atuh dan Pasih Hug," ungkap Suwirta.
Suwirta menambahkan, pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) telah menjadi agenda nasional dan juga di level internasional melalui UN General Assembly. Maka perlu diketahui bagaimana peran pariwisata dalam pembangunan berkelanjutan.
" Untuk mewujudkan sustainable tourism tiga pulau di Nusa Penida yakni Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, maka pengelolaannya diserahkan ke dua badan pengelola," ujar Bupati Nyoman Suwirta.
Semenyata, Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gde Yuniartha mengatakan, untuk memajukan pariwisata berkelanjutan, kesadaran wisata bagi masyarakat setempat harus dapat ditingkatkan. " Bisa melalui pelatihan dan prilaku yang mendukung pengembangan sektor pariwisata," ujar Yuniartha.
Lebih lanjut Yuniartha memaparkan, Kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Nusa Penida selama liburan Idul Fitri tahun ini meningkat tajam dibanding hari-hari sebelumnya. " Bahkan hotel dan penginapan yang ada tidak mampu menampung jumlah kunjungan wisatawan dan hal itu diharapkan tetap terjadi di masa-masa mendatang," katanya.
Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Indonesia memiliki penilaian yang bagus terkait sustainable tourism. Bahkan Indonesia menempati peringkat kedua setelah China. Prestasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah untuk terus menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.
" Bicara pariwisata, tidak hanya tentang destinasi melainkan juga pengembangan infrastruktur secara keseluruhan dan berkelanjutan. UNWTO mendefinisikan pariwisata berkelanjutan secara sederhana sebagai pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan, dan masyarakat setempat," kata Menpar Arief Yahya.
(Sumber: Kementerian Pariwisata)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha