Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Danau Di Badain Jaran (Foto: Shutterstock)
Dream - Gurun Badain Jaran berada di wilayah China dan Mongolia dengan area seluas 49.000 kilometer persegi. Ini merupakan gurun terbesar ketiga di China. Meski tidak banyak orang yang mengenal gurun ini, di luar China, diketahui gurun ini memiliki bukit pasir stasioner (tetap) tertinggi di bumi.
Beberapa bukit pasir ini telah diukur dan mencapai ketinggian lebih dari 500 meter. Badain Jaran memiliki iklim yang sangat gersang dengan curah hujan tahunan antara 50-60mm. Hampir 40-80 kali presipitasi diuapkan sebelum jatuh sebagai curah hujan.
Meski kondisinya kering, salah sat fitur paling menonjol dari Badain Jaran adalah adanya hampir 140 danau permanen yang berada di antara bukit-bukit pasir. Danau ini dinamai dalam bahasa Mongolia yang berarti 'Danau Misterius'.

Danau misterius ini diyakini muncul dari mata air bawah tanah yang mengalir dan muncul di antara bukit-bukit pasir dimana endapan pasir kerikil menjadi rata dan aliran air tersumbat. Sumber air ini adalah curah hujan dan pencairan salju di pegunungan yang mengelilingi padang pasir ratusan kilometer jauhnya. Limpasan dari pegunungan ini mengalir melalui batuan yang retak dan melalui endapan kerikil di bawah padang pasir, dan muncul di tempat-tempat yang tersebar sehingga menimbulkan banyak danau.
Meskipun mata air membawa air tawar, sebagian besar danau mengandung garam (dapat dijelaskan dengan tingkat penguapan yang tinggi). Beberapa danau berubah warna karena adanya populasi populasi alga, udang air asin dan mineral yang besar. Penguapan juga menyebabkan beberapa danau membentuk kerak garam di sekitar tepiannya.
Danau air tawar inilah yang menjadi penyokong kehidupan di padang pasir. Mendukung kehidupan unta, kambing dan kuda yang digiring oleh para pengembara yang melakukan perjalanan melewati padang pasir. Sebagian besar danau juga mendukung kehidupan vegetasi hijau yang menempati daerah sekitarnya.
Dalam beberapa dekade terakhir, beberapa danau ini telah menyusut atau bahkan hilang, sebagai akibat dari pengurangan air tanah yang disebabkan oleh urbanisasi, irigasi, pengalihan air, dan peningkatan populasi.
(Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
