Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
(Foto: Alamy Stock Photo)
Dream - Jangan anggap remeh seekor lebah. Apalagi jika jumlahnya ribuan. Seorang pendaki berusia 23 tahun dilaporkan tewas setelah diserang ribuan lebah saat sedang melakukan pendakian ke Usery Mountain Park di Arizona bersama temannya.
Petugas keamanan Maricopa County mengatakan, korban bernama Alex Bestler dari Louisiana itu disengat lebah lebih dari 1.000 kali.
Diperkirakan lebah yang telah menewaskan Bestler merupakan jenis lebah Afrika yang dikenal sebagai lebah pembunuh dan lebih agresif dari lebah biasa.
Ketika itu, Bestler dan temannya sedang mendaki Merkle Memorial Trail dan saat mencapai atas bukit sekitar pukul 09.00 pagi. Tiba-tiba segerombolan besar lebah muncul dan menyerangnya.
Teman Bestler melarikan diri dan bersembunyi di toilet yang berada di sekitar area itu. Bestler pun ikut berlari, tetapi nahas kumpulan lebah itu keburu menyerangnya sebelum ia bisa menemukan tempat berlindung.
Tak lama setelah kejadian, beberapa petugas penjaga menemukan tubuh Bestler di tanah tertutup lebah. Mereka mencoba mendekati, tetapi lebah-lebah yang mengantup Bestler begitu agresif.
Para penjaga pun meminta bantuan petuas pemadam kebakaran dan pendaki lainnya untuk mengevakuasi tubuh Bestler. Dia pun dilarikan ke rumah sakit. Namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Setelah insiden tersebut, Merkle Trail kini ditutup sebagai tindakan pencegahan terjadinya peristiwa serupa. " Serangan ini menjadi lebih sering terjadi, dan saya mendorong masyarakat untuk sadar lingkungan ketika mereka berada di area ini," ujar Sherrif Joe Arpaio.
Dia menambahkan, koloni lebah Afrika terkenal kejam dan bisa melakukan serangan pada manusia dalam jumlah yang besar. Jika merasa terusik, koloni lebah itu bisa menyerang orang-orang dalam jarak seperempat mil dari sarang, selama 24 jam.
Insiden serupa pernah terjadi sebelumnya. Bulan Oktober 2014, seorang tukang kebun berusia 32 tahun meninggal dan rekannya menderita luka parah setelah diserang lebah pembunuh di Douglas, Arizona.
(Sumber: Dailymail)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang