Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
(Sumber: Micha� Huniewicz/Amusingplanet.com)
Dream - Chinguetti, kota padang pasir kuno di Mauritania yang berada di tepian barat Sahara, telah mengalami sedikit perubahan sejak didirikan lebih dari dua belas abad yang lalu.
Rumah-rumah masih dibangun menggunakan batu kering kemerahan dicampur lumpur. Kemudian ditutup dengan atap datar yang terbuat dari panel kayu pohon palem. Dinding-dinding batu dipahat membentuk jendela kecil dan pahatan pintu terbuat dari pohon kuno Akasia berukuran besar dan telah lama punah dari sekitarnya.
Kini, yang tersisa dari rumah-rumah sebagian besar tinggal reruntuhan. Para pemiliknya, meninggalkan begitu saja rumah mereka. Mmemilih menyelamatkan diri dari badai pasir Sahara yang meluas.
Kota itu perlahan-lahan menghilang di bawah pasir. Beberapa keluarga yang tersisa sangat erat mempertahankan harta berharga mereka, salah satu koleksi terbaik mereka yaitu naskah Islam.
Chinguetti terletak di persimpangan beberapa rute perdagangan yang melalui Sahara. Tempat ini menjadi pusat perdagangan penting pada abad ke-11. Para kafilah gurun biasa singgah sebagai oasis, berhenti untuk menjajakan dagangan mereka dan membiarkan ribuan unta beristirahat.
Selain itu, Chinguetti juga menjadi tempat berkumpulnya peziarah menuju Mekah. Ribuan pelajar melewati tempat ini untuk pertukaran ide-ide ilmiah dan agama membuat reputasi kota kecil ini berkembang.
Dari yang sebelumnya hanya sebuah tempat persinggahan membuat kota ini menjadi terkenal dalam waktu singkat. Kemudian setelah itu, selama berabad-abad, orang-orang dari seluruh Afrika Barat menuju Chinguetti untuk mempelajari agama serta hukum, astronomi, matematika, dan obat.
Setengah abad yang lalu, terdapat 30 perpustakaan yang menyimpan sejarah tentang pemimpin masa lampau. Namun saat ini, hanya tinggal lima yang bertahan. Perpustakaan pribadi ini dirawat oleh keluarga yang sama selama beberapa generasi.
Karya sastra tergeletak pada rak-rak terbuka di iklim gurun yang keras, lalu artefak berharga ini perlahan-lahan runtuh dan hancur menjadi debu.
Pemerintah Mauritania telah berusaha secara halus untuk memperoleh naskah-naskah ini dari penjaga. Sehingga sisa-sisa perpustakaan bisa dipertahankan, tapi keluarga menolak untuk melepas warisan mereka. Bagi mereka sebuah kehormatan untuk menjaganya.
" Itu adalah bagian dari kami," kata Seif Islam, pengelola sekolah SMP lokal, yang memiliki 700 koleksi naskah Islam.
Pustakawan ini sangat bersemangat menunjukkan koleksi mereka kepada setiap wisatawan yang penasaran untuk melihat-lihat.
Diperkirakan masih ada 33.000 teks-teks purba di negara ini, tapi baru beberapa ribu saja yang telah dibersihkan dengan benar dan diarsipkan di Museum Nasional.
(Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian