6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Program frequent-flyer KrisFlyer milik SIA (Singapore Airlines) Group akan meluncurkan kapabilitas dompet digital berbasis blockchain pertama di dunia untuk program loyalitas maskapai, yang akan membantu para anggota merasakan manfaat KrisFlyer miles untuk aktivitas belanja sehari-hari pada mitra ritel.
Aplikasi dompet digital Krisflyer terbaru yang menggunakan teknologi inovatif ini diperkirakan akan diluncurkan dalam waktu enam bulan mendatang. Aplikasi ini memungkinkan para anggota KrisFlyer untuk menggunakan 'digital KrisFlyer miles' dalam transaksi-transaksi point-of-sale pada merchant ritel yang berpartisipasi.
Melanjutkan keberhasilan pelaksanaan proof-of-concept yang bekerja sama dengan KPMG Digital Village dan Microsoft, KrisFlyer saat ini akan mendaftarkan para mitra merchant ritel, yang berawal dari pasar Singapura.
Aplikasi dompet digital lifestyle pertama untuk program loyalitas maskapai ini akan diaktifkan melalui teknologi blockchain, dengan menggunakan sistem blockchain pribadi milik SIA dan hanya melibatkan para merchant dan mitra.
" Inovasi telah menjadi kontributor utama bagi kesuksesan Singapore Airlines sejak awal, dan kami sangat antusias dengan inisiatif pertama di dunia ini, yang akan membawa lebih banyak keuntungan bagi para anggota program KrisFlyer kami," ungkap CEO Singapore Airlines Goh Choon Phong, dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa 6 Februari 2018.
" Pengembangan tahap awal - dimana kami akan menggunakan teknologi blockchain untuk 'mendigitalisasi' KrisFlyer miles - adalah sebuah bentuk investasi kami untuk meningkatkan sisi digital dari bisnis kami secara signifikan, untuk kepentingan para pelanggan. Hal ini sejalan dengan inovasi digital blueprint yang baru saja kami luncurkan, yang mana kami memiliki tujuan untuk menjadi maskapai digital terkemuka di dunia," tambahnya.
KrisFlyer adalah program frequent flyer milik Singapore Airlines Group. Para anggota KrisFlyer akan mendapatkan miles ketika mereka melakukan perjalanan dengan Singapore Airlines dan SilkAir, ketika mereka memilih paket Plus Perks milik Scoot, serta ketika mereka melakukan perjalanan dengan 30 mitra maskapai lainnya. KrisFlyer juga bekerja sama secara ekstensif dengan lebih dari 170 mitra non-maskapai di seluruh dunia, mulai dari bank hingga hotel, layanan perjalanan dan ritel, sehingga para anggota dapat terus mendapatkan miles untuk rewards meskipun mereka sedang tidak melakukan perjalanan.
Para anggota KrisFlyer dapat menukarkan miles untuk mendapatkan hadiah di lebih dari 30 maskapai kelas dunia pada lebih dari 890 destinasi di 160 negara. KrisFlyer miles juga dapat ditukarkan untuk meningkatkan kelas penerbangan di Singapore Airlines dan SilkAir, maskapai regional milik Singapore Airlines.
Selain itu, para anggota KrisFlyer juga dapat mengkombinasikan miles dan pembayaran tunai ketika melakukan pembayaran tiket, serta dapat menggunakan miles untuk membeli kursi pilihan dengan ruang kaki yang lebih luas di kelas ekonomi (Economy Class) pada penerbangan Singapore Airlines, ketika melakukan pemesanan di singaporeair.com. Para anggota KrisFlyer juga dapat menukarkan miles mereka menjadi poin-poin dengan beberapa mitra pilihan untuk mendapatkan rewards pada saat mereka sedang tidak melakukan perjalanan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
