Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Pesona Kain Etnik Bikin Turis Tertarik Kunjungi Tanah Minang

Reporter : Ratih Wulan
Selasa, 24 Mei 2016 08:10
Pesona Kain Etnik Bikin Turis Tertarik Kunjungi Tanah Minang
Wisatawan datang ke Sumatera Barat tak hanya karena keindahan alamnya saja, namun juga untuk berwisata kuliner dan mencari kain khas seperti songket dan tenun.

Dream - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno resmi membuka Minangkabu Fashion Festival 2016. Acara fesyen ini diharapkan semakin mengukuhkan Sumbar sebagai provinsi bergelar Wisata Halal.

Gelaran pada 22-24 Mei 2016 ini menghadirkan serangkaian acara. Selain berbagai fashion show, Minangkabau Fashion Festival ini juga mengadakan Young Desainer Competition, Lomba Jilbab Kreasi, Minang Fashion Carnival yang akan dilepas dari Pantai Padang.

Di malam puncak akan ditutup dengan persembahan 20 busana karya Desainer Minangkabau.

" Tema tahun ini etnik muslim karena disesuaikan dengan Padang sebagai muslim tourism destination. Dan juga, semoga kesempatan ini dapat membawa desainer busana muslim Indonesia menuju cita-cita sebagai kiblat fesyen di tahun 2020," ungkap Irwan di Padang, Sumatera Barat pada Senin, 23 Mei 2016.

Ke depan, Irwan berharap pariwisata di Sumbar dapat terangkat dengan adanya even semacam ini. Ia juga melihat kecenderungan wisatawan datang tak hanya karena keindahan alamnya, namun juga berwisata kuliner dan kebutuhan mencari kain khas seperti songket dan tenun.

" Acara ini penting dan menarik wisatawan. Minang Fashion Festival dapat dimaksimalkan agar target menggaet wisatawan terpenuhi. Tanggal dan bulan harus pas jadi orang-orang bisa hadir dan wisata kita dikenal," imbuhnya.

Irwan berpesan agar image kain etnik Sumbar dapat diubah, dari pakaian pesta menjadi busana ready to wear yang bisa dikenakan di segala suasana. Namun tetap mempertahankan nilai adat dan budaya yang melekat di dalamnya.

" Dengan menampilkan pakaian ciri khas akan dlihat dan orang datang kemari karena kekhasan kita. Di sini kita lihat orang berkerudung sudah biasa, tapi kalau buat negara lain bisa jadi objek wisata," tuturnya menambahkan.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More