5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ekspedisi "BRI - Gerakan Pramuka - Vanaprastha Untuk Merah Putih; Promosi Indonesia Pada Puncak-puncak Dunia"
Dream - Tim Pendaki dari Kwarnas Gerakan Pramuka dan Vanaprastha mengabadikan puncak Eiger, Swiss (3970 m) dan Puncak Grands Montets (3233 m), Prancis dengan bendera merah putih, spanduk Pancasila, Dasa Darma Pramuka dan Visit Indonesia. Pada Sabtu, 9 September 2017, tim pun melanjutkan perjalanan ke Puncak Mont Blanc (4810 m) yang merupakan puncak tertinggi di Eropa Barat.
Ekpedisi ini bertajuk " BRI - Gerakan Pramuka - Vanaprastha untuk Merah Putih; Promosi Indonesia Pada Puncak-puncak Dunia" .

" Selain bertujuan mengibarkan bendera merah putih, Pramuka dan Vanaprastha juga berfoto dan membuat video tentang Pancasila, Dasa Dharma Pramuka dan Visit Indonesia. Ini semua bagian dari Program Promosi Indonesia pada Puncak-Puncak Dunia," jelas Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dari Chamonix, Prancis, dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa 12 September 2017.
Adhyaksa Dault menambahkan, biasanya kita hanya mengibarkan bendera merah putih dan logo organisasi. Sekarang, untuk pertama kalinya kita berfoto dengan spanduk Pancasila, Dasa Darma Pramuka, Visit Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pendaki tertua dalam ekspedisi ini adalah Hidayat Hasan (61 Tahun), Gembong Tawang Alun (59 Tahun) dan Mantan Menteri Pertanian, Anton Apriyantono (58 Tahun).

Pendakian ke Mont Blanc dilakukan dengan persiapan matang. Seluruh anggota tim telah melakukan berbagai latihan fisik maupun mental. " Tidak semua bisa ikut, karena ini menyangkut keselamatan, bahkan nyawa, kita juga mempertaruhkan nama Indonesia," ucap Adhyaksa.
" Tidak ada yang instan dalam pendakian, meskipun pendaki sudah berpengalaman, latihan tak boleh lupa. Kami rutin naik Gunung Gede Pangrango dan latihan fisik untuk meningkatkan level VO2Max. Kami juga mendaki Gunung Fansipan, Vietnam, dan Gunung Kinabalu, Malaysia sebagai sesi akhir latihan," jelas Mantan Menpora 2004-2009 yang sudah mendaki 60-an gunung ini.
Sementara itu, Corporate Secretary Bank dari Bank Rakyat Indonesia, Hari Siaga Amijarso mengungkapkan, BRI sebagai pendukung utama memandang ekspedisi ini sebagai kegiatan positif generasi muda Indonesia di tingkat internasional, sehingga diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa.

Semangat para pendaki dianggap selaras dengan semangat Bank BRI yang selalu ingin menjadi pionir yang berani menghadapi berbagai tantangan, selalu ingin meraih puncak prestasi tertinggi. Diharapkan, lanjut Hari, dukungan Bank BRI terhadap pendakian ini dapat memacu generasi muda untuk terus mengharumkan nama bangsa.
" Gerakan Pramuka erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Oleh karena itu, Bank BRI menjalankan fungsi sebagai national capacity building, mendukung kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka," ungkapnya.
Hari Siaga Amijarso berharap, generasi muda yang ikut Gerakan Pramuka dapat memiliki kepribadian dan watak yang bertakwa kepada Tuhan, tangguh, disiplin, berbudi luhur, dan berkepribadian sesuai nilai-nilai bangsa.

Berikut nama-nama 18 anggota Tim Ekspedisi ke Mont Blanc: 1) Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka (54 Th); 2) Gembong Tawang Alun, Ketua Tim Ekspedisi (59 Th); 3) Anton Apriyantono, Mantan Menteri Pertanian (58 th); 4) Hidayat Hassan (61 Th); 5) Ariesto Edwin (56 th); 6) Tumpak Simanjuntak (57 Th); 7) Popo Nurakhman (37 Th); 8) Soewarjono Lempo (39 Th) 9) Edi Karyudi (44 Th); 10) Eko Sulistio (44 Th); 11) M. Syanusi (29 Th); 12) Karsiman (33 Th); 13) M. Fairus (28 Th); 14) Norman (35 Th); 15) Wiyanto Suharjo (53 Th); 16) Sari Madjid (55 Th); 17) dr. Adhyrusman, Dokter (53 Th); dan 18) Hariqo Wibawa Satria (35 Th).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?