Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Pulau Surtsey (Foto: Amusing Planet)
Dream - Pulau tempat kita tinggal saat ini terbentuk dari proses geologis yang sangat kompleks selama ribuan bahkan jutaan tahun. Namun siapa sangka ada pulau yang usianya 'baru' sekitar 50 tahun.
Pulau ini terletak di Samudera Atantik, sekitar 30 kilometer dari pantai selatan Islandia. Pulau tersebut diberi nama Surtsey, sebuah pulau vulkanik yang memiliki arti Dewa Api dalam bahasa Nordik.
Pulau ini, dikutip dari Amusing Planet 'lahir' pada 14 November 1963, menyusul erupsi gunung berapi bawah laut yang berada pada kedalaman 130 meter Laut Norwegia.
Surtsey `lahir` dari tumpukan lava yang meletus. Letusan demi letusan terus terjadi dan memperluas daratan Surtsey.
Menurut perkiraan, letusan terakhir terjadi pada 5 Juni 1967. Saat itu luas Surtsey sudah bertambah 2,7 kilometer persegi. Kelahiran Surtsey yang luar biasa disaksikan oleh sejumlah awak kapal yang sedang berlayar. Tadinya mereka mengira gumpalan asap erupsi berasal dari kapal yang terbakar.

Belum sampai tiga minggu Surtsey lahir, pulau itu sudah dikunjungi para peneliti. Tiga orang peneliti dari Prancis menginjakkan kaki di atas daratan Surtsey yang masih membara.
Meskipun demikian, tak sembarang orang boleh datang ke pulau ini dengan alasan keselamatan dan kelestarian pulau.
Sejak 1965, Surtsey telah diresmikan sebagai cagar alam dan masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Pulau ini sengaja dibiarkan tanpa penghuni untuk kepentingan penelitian.

Kondisi alamnya dijaga ketat agar senantiasa 'perawan'. Tujuannya adalah untuk mengamati bagaimana terbentuknya kehidupan secara alami.
Hanya segelintir peneliti yang boleh memasuki Surtsey. Itu pun dengan peraturan ekstra ketat. Tak boleh membawa, mengambil, atau mengubah apa pun yang ada di sana.
Salah satu makhluk hidup pertama yang ditemukan di Surtsey adalah lumut. Tumbuhan ini menyelubungi tanah dan bebatuan di sana.
Pada 2008, tercatat ada 69 spesies tanaman yang bisa tumbuh di sana. Sekitar 12 spesies burung juga berhasil ditemukan di pulau itu, termasuk fulmar, camar, guillemot, dan puffin Atlantik.
Penasaran untuk melihat pulau termuda ini, Sahabat Dream?
(ism, Sumber: Tantri Setyorini/ Merdeka.com)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha