7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Jumpa Pers European Travel & Culture Fair (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Para duta besar negara-negara Eropa akhir pekan ini akan berkumpul di Balai Kartini Convention Centre Jakarta Selatan. Agenda itu digelar untuk mempromosikan 'Destination Europe: Travel and Culture Fair'.
Menurut Duta Besar Uni Eropa, Vincent Guerend, pameran ini ingin mempersembahkan budaya dan gaya hidup khas masyarakat Eropa. Akan ada 20 stan dari negara-negara Eropa yang menawarkan paket wisata lengkap ke Eropa, mulai budaya, kuliner, serta destinasi-destinasi yang mudah dijangkau dengan pesawat dan kereta.
" Bisa dijangkau berbagai usia dari muda sampai tua. Nanti pameran akan diikuti 50 stan dari Indonesia dan 20 dari eropa," terang Vincent di Hotel Le Meredien, Jakarta, Rabu yang lalu.
Vincent didampingi oleh duta besar Norwegia, Spanyol, Hungaria, Jerman, Ceko, Italia, Slovakia, Yunani, Finlandia, Georgia, Swiss, dan Belanda.
Sementara, Duta Besar Jerman, George Dogoritis, menjamin pameran kali ini akan memberikan pengalaman yang berbeda. Menurut dia, negara-negara di Eropa memiliki kebiasaan yang berbeda. Dia berharap pengunjung dapat memilih berbagai destinasi yang ditawarkan.
" Di Uni Eropa terdapat keanekaragaman yang luar biasa sehingga membutuhkan waktu perjalanan yang lama, selama 10 hari Anda baru akan melihat satu persen," imbuh George.
Begitu pula dengan Duta Besar Spanyol, Francisco Jose Viqueira Niel, yang ingin mempromosikan negaranya. Ia bahkan membawa media-media bergambar untuk mengenalkan obyek wisata yang menarik di Spanyol.
" Saya sudah traveling ke lebih dari 70 negara. Jadi tahu masyarakat, kuliner dan semuanya. Kami juga menampilkan kuliner show," imbuh Francisco.
Menurutnya, traveling ke negara-negara lain merupakan langkah terbaik dalam mengenal latar belakang budaya, masakan dan kondisi geografisnya. Fransisco menilai bahwa traveling ke negara lain sebagai pengalaman yang tak ternilai harganya.
" Saat mengunjungi stan Spanyol yang akan presentasi bukan sekadar brosur tapi juga pelajaran bahasa Spanyol. Ada dua kelas dibawakan dari Spanish Institute dan demo memasak," jelas dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?