Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Resor Plataran L'harmonie Menjangan (Foto: Plataran.com)
Dream - Prestasi gemilang kembali ditorehkan industri pariwisata Indonesia. Pada Hari Pariwisata Dunia (The Tourism Day) 27 September 2016 lalu, Plataran L'harmonie-salah satu resor di Bali dinobatkan sebagai 100 top destinasi hijau dunia dalam sebuah acara bertajuk Global Green Destination Day di Ljubljana, Slovenia.
Hasil pemilihan 100 destinasi dunia dari 46 negara termasuk Indonesia itu tentu saja sangat membanggakan. Apalagi, selain Plataran L'harmonie, Misool Radja Ampat juga masuk 100 besar dunia tersebut.

" Dengan terpilihnya Indonesia sebagai salah satu destinasi hijau pariwisata, itu konfirmasi bahwa pariwisata Indonesia diperhitungkan secara global. Ke depan pengembangannya diharapkan menjadi sebuah destinasi hijau, sehingga moto Kementerian Pariwisata 'Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan' betul-betul konkret," jelas Ketua Tim Percepatan Ecotourism Kemenpar, David Makes dikutip dari keterangan pers tertulis.
Lantas, seistimewa apa sih Plataran L'harmonie hingga masuk daftar 100 top destinasi hijau dunia? Resor Plataran L'harmonie Menjangan rasanya memang layak mendapat predikat itu.

Terletak di Bali Barat-Utara, resor ini menyuguhkan suasana alam yang benar-benar natural. Untuk mencapainya, pengunjung harus memasuki hutan 4 kilometer dari Jalan Raya Gilimanuk-Buleleng.
Menariknya, konstruksi jalan menuju kawasan ini masih mempertahankan makadam atau bebatuan yang ditata tanpa aspal ataupun cor beton. Semua papan petunjuk yang ada di sepanjang jalan juga berbahan kayu dan sangat artistik.

Kalau nasib mujur, selama perjalanan menuju lokasi, pengunjung bisa bertemu menjangan bercula panjang atau sekumpulan monyet jinak. Meski jinak, kamu tak diperkenankan sembarangan memberi makan ya.
Ketika menuju ke Plataran, kecepatan kendaraan juga tidak boleh lebih dari 10 km/jam. Larangan lainnya, pengunjung tidak boleh berburu, memancing sembarangan, apalagi memotong atau memetik tumbuhan serta pephohonan di sana.

Resor berkonsep go green ini begitu unik dengan bangunan menjulang di atas tanah, di dalam Taman Nasional Bali Barat. Di lantai tiga resor ini terdapat The Octagon, berupa ruang terbuka yang bisa kamu gunakan untuk menyaksikan panorama sunset sembari menikmati secangkir kopi panas.
Selain nuansa alam, Plataran juga menyuguhkan dekorasi unik yang dipadukan dengan koleksi barang-barang antik. Kamu bisa melihat lonceng raksasa dari Belanda yang dipajang di lobi resto. Dinding-dindingnya juga dibalut hiasan berupa sisa-sisa batu karang yang ditata rapi hingga nyaman dipandang mata.

Keren ya resor yang satu ini? Nah, buat kamu yang butuh penyegaran, Plataran L'harmonie rasa-rasanya adalah pilihan yang paling tepat.
(Foto: plataran.com)
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol