Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Sam Po Tay Jen (Foto: Berry Putra)
Dream - Pulau Bali memang kaya akan sejarah. Tak salah jika Bali disebut sebagai Pulau Dewata, pulau yang diberkati oleh para Dewa. Namun tahukah Anda jika terdapat tokoh muslim yang didewakan masyarakat Konghucu.
Jauh ke belakang, salah seorang tersohor dari Negeri Tiongkok yakni Sam Po Tay Jen pernah menginjakkan kakinya di Bali.
Ya, salah satu jejak peninggalan Laksamana Cheng Ho ada di Griya Kongco Dwipayana. Klenteng ini terletak di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai. Kita akan melewati hutan mangrove sejauh 600 meter untuk mencapainya.
Pemimpin Griya Kongco Dwipayana, Ida Bagus Made Adnyana menuturkan, di klenteng yang dipimpinnya terdapat sebuah arca yang didewakan. Di bawah arca itu bertuliskan, Sam Po Tay Jen.
" Sam Po Tay Jen ini orang Muslim. Silakan ditulis demikian, karena memang beliau ini dari Tiongkok sudah Muslim," kata Adnyana, Sabtu 6 Februari 2016.
Menurut dia, meski beragama Muslim, namun Sam Po Tay Jen didewakan dan disembah oleh umat Budhha. Soal sejarah kedatangan Sam Po Tay Jen ke Pulau Dewata, pria yang akrab disapa Atu Mangku itu menyebut ia adalah pelaut yang dengan pasukannya tersohor karena melakukan perjalanan keliling dunia. Salah satunya singgah di Pulau Bali.
" Beliau juga bisa dibilang salah satu penyebar ajaran Islam di Nusantara, khususnya Bali," jelasnya. Dalam syiar Islamnya, kata Atu Mangku, Sam Po Tay Jen tidak melakukannya dengan jalan kekerasan. " Tidak dengan pertempuran, tapi dengan kebaikan. Bercocok tanam serta cara lainnya. Akhirnya Bisa diterima masyarakat," papar dia.
Sam Po Tay Jen atau dikenal juga dengan Sam Po Hong alias Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai seorang kasim muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok yang berkuasa pada tahun 1403-1424 dan merupakan kaisar ketiga dari Dinasti Ming.
Sejak melakukan pelayaran mengelilingi dunia, Cheng Ho beberapa kali berlabuh di Indonesia. Perjalanan samudera Laksama Cheng Ho ini tidak hanya singgah di Bali, tapi juga di Aceh, Batam, Palembang, Belitung, Jakarta, Semarang, Cirebon dan Surabaya.
(Laporan: Berry Putra, Bali)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha