Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pontianak Siap Sambut Fenomena Kulminasi Matahari. (Foto: Culturenesia.com)
Dream - Even langka Pesona Kulminasi Matahari 21-23 Maret 2017 dipastikan akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berbagai agenda acara menarik dipastikan siap menyapa wisatawan di Tugu Khatulistiwa. Begitu juga dengan kapal wisata dan komunitas kreatif.
Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terlihat lebih serius dalam menyiapkan rangkaian kegiatan menyaksikan fenomena alam yang langka. Inspirasinya datang dari keberhasilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang sukses menggarap Gerhana Matahari Total (GMT), beberapa waktu lalu.
Saat itu, wisatawan dari berbagai penjuru dunia datang ke Indonesia tanpa menghitung akses maupun amenitas. Tidur di mana saja, bahkan di atas tenda juga dijalani, demi mengejar 3 menit gerhana matahari itu.
Even yang dikombinasikan dengan serentetan festival itu sukses. Semua hotel ludes. Wisnus dan wisman pun gembira saat menyaksikan atraksi yang sudah diciptakan Tuhan itu. Saking hebohnya, #GMT2016 langsung menjadi trending topic dunia. Kesuksesan ini akhirnya menggiring PATA memberikan award marketing-primary government destination kepada Kemenpar.
" Inspirasinya memang dari GMT 2016. Sekarang kan Pesona Kulminasi Matahari juga tak jauh beda. Di sini semua orang bisa menyaksikan detik-detik tanpa bayangan saat tengah hari di 21-23 Maret 2017. Komunitas kreatif dan kapal wisata akan kami kerahkan untuk memeriahkan event langka ini," ungkap Kepala Disporapar Pontianak Syarif Saleh dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 20 Maret 2017.

Pagelaran seni budaya, talkshow, lomba selfie hingga stand kuliner dipastikan siap menyambut wisatawan. Jadwal menyaksikan detik-detik tanpa bayangan juga sudah disusun dan di-share ke publik. " Tanggal 21 kulminasi jatuh pukul 11.50, tanggal 22 jamnya sama. Tanggal 23, pukul 11.49. Yang penasaran, silakan datang ke Pontianak," jelasnya.
Jangan takut kesulitan menembus lokasi. Bagi pengunjung dari Pontianak Kota, Tenggara, Selatan dan Barat, tahun ini aksesnya akan makin mudah. Selain jalur darat, ada kapal wisata yang bisa dipergunakan untuk mencapai Tugu Khatulistiwa. Jalurnya disiapkan dari Alun-alun Kapuas. Bahkan, selama penyelenggaraan event, akan ada satu kapal sandar di dermaga alun kota yang berangkat tiga kali dalam satu hari.
" Jam 08.00 kemudian disusul jam 10.00. Setelah itu disambung yang sore. Karena ada banyak acara di tugu, jadi mungkin terbagi tiga jam jadwalnya. Harganya masih negosiasi. Kami upayakan minimal Rp 7.500 sekali jalan ke sana," timpal Widia Jatiningrum, penanggung jawab Khatulistiwa Park.
Event langka itu kontan mengundang perhatian Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menyebut, event ini seharusnya dipromosikan dengan baik, agar banyak didatangi wisatawan.
" Di pariwisata, event-event langka seperti kulminasi matahari ini bisa menjadi salah satu atraksi untuk wisatawan khusus. Dan kita sudah membuktikan kehebohannya saat Gerhana Matahari Total 2016," kata Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya