7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi GMT (Sumber: Http://kafeastronomi.com/)
Dream - Tak lama lagi langit Indonesia akan dihiasi fenomena alam langka, Gerhana Matahari Total (GMT), tepatnya pada Maret 2016.
Salah satu provinsi di Tanah Air yang berkesempatan menjadi lokasi terbaik untuk mengamati GMT adalah Maluku Utara. Untuk membantu wisatawan mancanegara (wisman) dalam memberikan informasi seputar GMT, Pemerintah Kota Ternate pun akan menyiapkan ratusan pemandu berbahasa Inggris.
Jumlah wisman yang bakal mengunjungi Maluku Utara untuk menyaksikan GMT diperkirakan mencapai 4.000 orang. Diungkapkan Walikota Ternate, Idrus Assagaf, para guru Bahasa Inggris akan didatangkan untuk mengantisipasi keadaan itu.
" Kami telah meminta instansi terkait untuk mendata para guru Bahasa Inggris baik di sekolah maupun di tempat kursus, kemudian disiapkan pada saat gerhana matahari agar dapat memandu ribuan wisatawan yang berkunjung ke Ternate," ujar Idrus Assagaf.
Selanjutnya, pemandu ini akan ditempatkan pada titik-titik tertentu, terutama titik yang dilewati ribuan wisatawan sehingga mereka dapat menikmati keindahan Ternate sebagai salah satu kota tertua yang memiliki situs sejarah. Perjalanan wisman sendiri akan dilakukan pada 7-10 Maret 2016.
Di samping menyiapkan pemandu, Pemkot juga telah menyediakan cenderamata khas Ternate seperti kerajinan besi putih, batu mulia dan tenunan batik tubo. Selain itu, sebanyak 1.500 kamar hotel dan homestay juga disiapkan sebagai tempat hunian wisatawan nantinya.
Untuk diketahui, setidaknya ada 3 kabupaten atau kota di Provinsi Maluku Utara yang akan menikmati GMT pada 9 Maret 2016, yaitu Ternate, Tidore dan Kabupaten Halmahera Timur.
Menurut Kepala Observatorium Bosscha, Mahasena Putra, Provinsi Maluku Utara memiliki peluang menyaksikan GMT paling baik karena ketebalan awan yang rendah dan durasinya yang lama.
Kota Ternate akan disinggahi GMT selama 2 menit 35 detik, sedangkan kota Maba di Kabupaten Halmahera Timur akan disinggahi GMT terlama yaitu 3 menit 19 detik. Selanjutnya, GMT akan melintas di atas perairan Samudera Pasifik.
(Sumber: Situs Kemenpar RI, Indonesia.travel)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?