Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi (Foto: Bukalagi.co.id)
Dream – Anda tahu Pokemon Go? Game aplikasi yang tengah nge-hits di mana-mana, menjangkiti semua usia? Nah, Pemprov DKI Jakarta menangkap fenomena ini sebagai peluang untuk memasarkan pariwisata.
Google pun akan segera digandeng untuk membangun aplikasi Pokemon Go di kawasan Balai Kota dan lokasi wisata di Jakarta. Apakah berlebihan? Rasanya tidak. Saat ini, seluruh dunia memang tengah terkena wabah Pikachu dan teman-temannya itu. Siapa yang tak suka? Tua, muda, wisatawan, semuanya suka.
Bahkan data resmi mencatat, dalam kurun waktu satu pekan setelah dirilis, aplikasi permainan berbasis augmented reality ini sudah diunduh lebih dari 10 juta akun. Angka ini diketahui dari informasi yang dipasang Google Play Store di aplikasi Pokemon Go. Google Play Store mencantumkan aplikasi permainan buatan Niantic dan Nintendo ini telah diinstal dengan kisaran 10 juta-50 juta pengguna.
Otoritas Florida, Amerika Serikat, sudah memanfaatkan fenomena ini untuk menarik pemain Pokemon Go berkunjung ke tempat wisata. Pengelola wisata di Palm Beach misalnya. Mereka sukses mengajak pemain Pokemon Go untuk datang via sosmed. Palm Beach Zoo di West Palm Beach hingga Museum Morikami di Pantai Delray juga tak mau ketinggalan. Dua destinasi wisata itu juga memanfaatkan demam Pokemon GO untuk menarik wisatawan.
Responnya ternyata positif. Selain kreatif, mencari Pokemon di tempat wisata dinilai jauh lebih aman ketimbang di jalanan. Para pencari Pokemon bahkan bisa terhibur karena melihat atraksi dan koleksi yang ada.
Saat ini, memang belum terinci berapa besaran pengguna Pokemon Go yang bermain di destinasi wisata. Tapi GSMArena.com memperkirakan, sudah ada sekitar 20 persen pengguna aktif Pokemon Go di Amerika Serikat yang berpetualang di sejumlah destinasi wisata. Padahal, kerjasamanya belum genap sepekan dilakukan.
Nah, peluang ini ikut dilirik Pemprov DKI Jakarta. Lewat Kepala UPT Jakarta Smart City, Setiaji, DKI Jakarta mulai menyiapkan kuda-kuda untuk menggandeng Google. Kerjasamanya, akan mengarah pada wisata ke Balai Kota dan lokasi wisata lain di Jakarta.
" Kalau hasilnya positif kenapa nggak dilakukan? Aplikasinya kan di bawah Google. Ya kenapa nggak sekalian bangun partnership sama mereka. Kita dorong seluruh pengguna Pokemon di Jakarta dan sekitarnya untuk ke Balaikota dan tempat-tempat wisata lainnya," ujar Setiaji, Jumat 15 Juli 2016.
Bentuk kerjasamanya sudah mulai dirancang. Nantinya, kawasan Balaikota akan disulap menjadi tempat battle Pokemon. Dan pekan depan, Google akan diundang untuk membahas hal ini. " Monas juga bisa jadi tempat perburuan. Kota Tua, Fatahillah, museum-museum yang ada di Kota Tua hingga Pelabuhan Sunda Kelapa," urai Setiaji.
Dan jangan takut kelelahan. Karena di kawasan Kota Tua, ada jasa penyewaan sepeda ontel. Bagi yang lapar atau haus, ada juga kuliner khas Jakarta yang bisa dinikmati. Dari mulai kerak telor hingga es selendang mayang, semua ada. " Yang penting tetap awasi jalan sekitar, terutama saat kondisi ramai. Rinciannya akan segera dibahas dengan pihak Google pekan depan," ujar Setiaji.
Menpar Arief Yahya menyebut fenomena Pokemon Go ini cukup nge-hits di mana-mana. " Bagus banget, beberapa destinasi pariwisata di Jakarta juga ditempatkan perburuan Pokemon Go! Makin banyak tempat, makin bagus untuk mempromosikan Wonderful Indonesia," kata Manpar Arief Yahya.
(Sumber: Kementerian Pariwisata)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari