Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
The Diving Horses (Foto: Amusingplanet.com)
Dream - Sudah setengah abad lamanya Atlantic City, sebuah kota di New Jersey, Amerika Serikat menjadi pusat pertunjukan atraksi yang menakjubkan. Salah satunya pertunjukan lomba selam yang melibatkan hewan kuda.
Pertunjukan yang dikenal dengan sebutan 'The Diving Horses' itu menampilkan seorang wanita penunggang kuda yang terjun bersama kudanya dari ketinggian 40 kaki menuju kolam di Pelabuhan Steel, Atlantic City.

Olahraga yang terbilang aneh itu pertama kali dicetuskan oleh William Frank Carver, seorang penembak jitu Texas abad 19. Ia terinspirasi untuk mengadakan pertunjukan akibat kecelakaan yang dialaminya. Bersama sang kuda, ia terjatuh ke dalam Sungai Platte di Nebraska ketika jembatan yang mereka naiki runtuh.
Setelah itu, ia dan anak lelakinya melatih para kuda agar dapat menyelam dari atas ketinggian. Sementara sang putri, Lorena diketahui menjadi atlet kuda penyelam untuk yang pertama kalinya.

Setelah kematian William pada tahun 1972, The Diving Horses dilanjutkan oleh sang putra, Al. Belum ada peserta yang menjadi korban jiwa dari pertunjukan aneh ini. Beberapa peserta kerap kali mengalami memar atau patah tulang. Hanya saja, sebuah kecelakaan di tahun 1923 tercatat menjadi yang paling parah.
Sonora Webster, salah satu peserta terbaik jatuh ke dalam kolam akibat kuda yang dinaikinya tergelincir. Saat itu, Sonora tidak sempat menutup matanya ketika wajahnya menghempas ke permukaan air. Akibatnya, kedua retina matanya rusak hingga menjadi buta. Walaupun begitu, wanita tersebut tetap melanjutkan aksinya selama 11 tahun.

(Foto: Rick Lippincott/Flickr)
The Diving Horses terus berlanjut hingga tahun 1978. Saat itu, pertunjukan kerap kali mendapat kritik keras dari kelompok pembela hewan hingga pada akhirnya terpaksa diberhentikan.
Lalu di tahun 1994, organisasi milik Donald Trump yang kini menguasai Pelabuhan Steel kembali membuka pertunjukan itu dengan menambahkan hewan lain seperti keledai dan kuda poni. Lagi-lagi, pertunjukan tersebut kembali mengundang protes hingga pada akhirnya ditutup sampai sekarang.

(Sumber: amusingplanet.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire