BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Crocosaurus Cove (Foto: Independent.co.uk)
Dream - Apa rasanya berenang di dekat buaya raksasa sepanjang 5,5 meter dalam jarak dekat? Kamu bisa temukan hal itu di Crocosaurus Cove yang berada di pusat kota Darwin, Australia bagian Utara. Di tempat ini ada sekitar 300 ekor buaya ganas yang dapat kita saksikan dari jarak yang sangat dekat.
Salah satunya adalah Chopper, buaya air payau berusia puluhan tahun yang memiliki berat 400 kg. Masuk ke dalam air dengan buaya bernama Chopper dalam keadaan normal berarti harus siap mati. Buaya air asin Australia, selain memiliki ukuran yang besar juga dikenal sangat mematikan.

Detik-detik masuk ke dalam tabung (Foto: Independent.co.uk)
Tapi tenang saja, di sini pengunjung akan berada di dalam tabung saat berinteraksi dengan buaya. Cage of Death namanya, atau yang disebut kandang kematian. Selama 20 menit, pengunjung akan merasakan sensasi yang sangat mengerikan di dalam tabung.
Bayangkan, saat tabung diturunkan ke dalam kolam, buaya yang tadinya kalem terlihat tidak suka dengan kehadiran orang dalam wilayahnya. Si buaya marah. Buaya itu sanggup mengguncang, termasuk manusia di dalamnya.

(Foto: Independent.co.uk)
Buaya itu tidak langsung datang mendekati tabung berisi manusia, tetapi berputar-putar. Ini adalah tanda bahwa buaya tahu dia tidak bisa menembus kandang. Menggetarkan Perspex akan menghabiskan banyak energi, jadi buaya itu malah perlahan-lahan meluncur ke sekeliling.
Kandang tersebut di desain untuk menampung satu atau dua orang pada saat bersamaan. Kandang ini dioperasikan oleh sebuah overhead monorel yang dapat menghentikan kandang tersebut tepat dihadapan para buaya. Sangat menegangkan bukan?
Kandang kematian ini beroperasi 10 kali per hari dimulai dari pukul 10.00-17.00 dan dibuka setiap hari selama seminggu. Harga dari tiket untuk masuk ke kandang kematian ini adalah sebesar US$170 (Rp2,4 juta) per orang dan US$130 (Rp1,8 juta) per orang.
(Sumber: Independent.co.uk)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
