5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Kursi Berdiri Penumpang Pesawat (wreg.com)
Dream - Perusahaan interior penerbangan berbasis di Italia, Aviointeriors, memperkenalkan ke publik koleksi terbarunya berupa kursi berdiri penumpang pesawat, Skyrider 3.0. Kursi tersebut diperkenalkan di pameran Aircraft Interior Expo 2019 (AIX) di Hamburg, Jerman.
Dikutip dari Wreg, ini merupakan seri terbaru dari pendahulunya, Skyrider 2.0. Seri ini juga dikenalkan ke publik pada event yang sama tahun lalu.
Penasehat teknik Aviointeriors, Gaetano Perugini, menekankan konsep kursi ini tidaklah mengenai menciptakan 'kelas ternak'. Dengan kata lain, dia tidak ingin membuat pesawat sesak dengan penumpang yang berjubel.
" Pesannya adalah, kami tidak ingin mengambil ribuan penumpang dalam kabin, kami ingin menawarkan konfigurasi antar-kelas, yang saat ini tidak memungkinkan untuk meningkatkan jumlah penumpang," kata Perugini.

Biasanya, satu-satunya cara maskapai untuk memaksimalkan kapasitas pesawat mereka adalah dengan kelas ekonomi. Skyrider membutuhkan ruang yang jauh lebih sedikit daripada kursi ekonomi, hanya 23 inchi.
Dengan begitu, maskapai bisa menawarkan lebih banyak bangku kelas ekonomi. Di saat bersamaan, maskapai bisa menjual lebih banyak bangku untuk kelas lainnya di penerbangan yang sama.
" Itu berarti bahwa dalam kabin yang sama, Anda punya kelas ekonomi standar, ekonomi premium, ataupun ekonomi ultra-basic, yang merupakan inovasi bagi maskapai dan penumpang. Itualah alasan sesungguhnya untuk Skyrider," kata Perugini.

Menurut Perugini, konsep kursi berdiri ini sudah diminati banyak pihak. Meski begitu, belum ada satupun yang sudah melakukan pemesanan.
Masih ada satu masalah yang dihadapi pabrikan. Perugini mengatakan masalah itu adalah, " Jika Anda membaca spesifikasi A380 atau A320, atau A321 atau 737, Anda akan menyadari bahwa interiornya tidak dirancang untuk dipasang bangku kurang dari 28 inchi, sementara Skyrider adalah 23 inchi."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?