Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kangguru bukan satu-satunya yang bisa dinikmati traveler di Australia. Negeri ini juga memiliki budaya minum kopi yang tumbuh di kalangan masyarakat. Terutama di daerah Melbourne yang ditengarai berawal dari dibukanya Pellegrini Espresso Bar pada tahun 1950-an.
Kafein disebut-sebut sebagai salah satu sumber yang memompa denyut nadi perekonomian kota Melbourne selama bertahun-tahun. Hingga sekarang aroma espresso selalu menyeruak di setiap sudut kota ini.
Melbournians telah menjadi pecandu kopi yang begitu peka. Bahkan dari aromanya saja mereka dapat menebak apakah itu espresso atau caffe latte yang kaya akan krim.
Reputasi budaya minum kopi masyarakat Melbourne ini sudah diakui dunia. Hingga pengusaha kedai kopi di New York pun terinspirasi menamai kafe mereka dengan jalan-jalan yang ada di Melbourne.
Hingga kini, Melbourne sudah berhasil mengimpor biji kopi dari seluruh dunia. Dari catatan di Pelabuhan Melbourne tercatat ada peningkatan masuknya biji kopi hingga 780 persen selama satu dekade terakhir.
Itu berarti terdapat transaksi sekitar 30 ton biji kopi yang masuk melalui pelabuhan. Atau setara dengan tiga juta cangkir kopi per hari. Serta dapat memenuhi kebutuhan kopi dari 200 kafe yang tersebar di seluruh penjuru Melbourne.
Tak hanya menyajikan seduhan kopi yang menggugah selera. Beberapa kafe memiliki cara unik untuk menarik pengunjung dengan atraksi dari barista-barista terbaik mereka.
Tingginya antusiasme wisatawan yang ingin melihat hal ini, membuat wisata kopi menjadi tren. Saat berwisata kopi, pengunjung akan diajak langsung menyaksikan budaya minum kopi dan cara menyeduh dari dekat. Bahkan ada sebuah paket Melbourne Coffee Tour yang mengungkap sejarah hingga budaya minum kopi yang sedang populer.
Seperti misalnya menggunakan cara Cold-drip, yaitu cara mengolah kopi dengan susah payah, tetes demi tetes guna menghasilkan rasa yang halus dengan tingkat keasaman dan kepahitan yang rendah. Bila ingin mencicipi kopi ini dapat mampir ke St Ali, Krimper dan Menchester Press.
Lalu ada pula nitro, salah satu cara penyajian kopi yang sedang tren di sana. Sekitar 500 liter kopi nitro diseduh secara bersamaan lalu disaring dan diisi dengan nitrogen untuk menambahkan gelembung. Selanjutnya kopi akan dituang ke dalam wadah dan siap disajikan dengan tambahan es batu.
Sedangkan anda yang ingin menikmati cara pembuatan kopi dengan teknik pour over dapat mengunjungi Assembly Coffee, Seven Seeds, Dukes dan League of Honest Coffee. Kopi di sini akan disajikan dari proses penuangan air panas dengan halus ke atas gilingan biji kopi. Lalu disaring dan ditambahkan dengan es latte atau espresso kocok.
Bagi yang menyukai adegan teatrikal dapat melihat penyeduhan kopi menggunakan vakum air panas yang disebut teknik siphon seperti di Proud Mari atau Plantation Cafe.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya