Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Singapore Airlines (Istimewa)
Dream - Singapore Airlines (SIA) akan meluncurkan penerbangan komersial dengan rute terpanjang di dunia pada Oktober 2018. Penerbangan tersebut memiliki layanan non-stop antara Singapura dan New York menggunakan Airbus A350-900ULR (ultra-long-range) terbaru.
Penerbangan akan diluncurkan pada 11 Oktober 2018, menuju Bandara Internasional Newark Liberty. Semula, rute ini akan dilayani tiga kali seminggu, berangkat dari Singapura setiap Senin, Kamis, dan Sabtu. Layanan penerbangan harian akan dimulai pada 18 Oktober setelah pesawat A350-900 ULR ditambahkan dalam jaringan layanan penerbangan.
SIA merupakan pembeli pertama pesawat A350-900 ULR yang terbaru, dengan pesanan pasti sebanyak tujuh armada dengan Airbus. Pesawat akan dikonfigurasi dengan dua kelas, yaitu 67 kursi Business Class, dan 94 kursi Premium Economy Class. Tiket mulai tersedia pada 31 Mei 2018.

Penerbangan akan mencakup jarak tempuh sektiar 16.700 km, dengan waktu tempuh perjalanan 18 jam 45 menit. Singapore Airlines pernah melayani rute Singapura-Newark hingga tahun 2013, namun layanan tersebut ditangguhkan setelah pesawat yang digunakan yaitu, Airbus A340-500s dikembalikan ke Airbus.
“ Singapore Airlines bangga dapat selalu berinovasi guna menyediakan kenyamanan perjalanan terbaik bagi para pelanggan kami, dan kami senang dapat menjadi maskapai terdepan melalui penerbangan non-stop dengan teknologi terbaru ini, yang memiliki jangkauan yang sangat panjang Airbus A350-900 ULR,” ungkap CEO Singapore Airliness, Goh Choon Phong, dalam rilis yang diterima Dream, Kamis 31 Mei 2018.
Phong menambahkan, penerbangan ini menawarkan perjalanan tercepat antara kedua kota tersebut dengan kenyamanan lebih, serta mendorong konektivitas menuju dan melalui Singapura.

A350-900ULR menawarkan suatu pengalaman perjalanan yang lebih nyaman kepada para pelanggan dengan tampilan seperti, langit-langit yang lebih tinggi, jendela yang lebih besar, badan pesawat yang lebih lebar serta pencahayaan yang didesain untuk mengurangi jetlag. Struktur mekanis pesawat yang terbuat dari komposit karbon menghasilkan kualitas udara yang lebih baik karena ketinggian kabin dan tingkat kelembaban lebih optimal.
Singapore Airlines memiliki 21 armada A350-900s, ditambah 46 pesanan lagi termasuk tujuh varian ULR. Armada pesawat A350-900ULR pertama akan dikirimkan pada September, dan tujuh armada lainnya akan dikirimkan pada akhir tahun ini.
Singapore Airlines saat ini melayani rute menuju JFK, New York melalui Frankfurt setiap harinya. Destinasi AS lainnya seperti Houston (lima kali seminggu melalui Manchester), Los Angeles (setiap hari melalui Seoul dan Tokyo), dan San Francisco (setiap hari non-stop dari Singapura, serta setiap hari melalui Hong Kong). Penerbangan non-stop Singapura-Los Angeles direncanakan akan menggunakan A350-900ULR.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang